Sangatta News — Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, menegaskan bahwa skema pembangunan dengan sistem multi years contract (MYC) yang sedang berjalan hanya akan dilaksanakan untuk dua tahun, lantaran pemerintah daerah harus menyesuaikan dengan kemampuan fiskal yang tersedia. Hal itu disampaikannya saat menjelaskan arah kebijakan MYC tahap pertama yang kini mulai digulirkan.

Ardiansyah mengatakan, perencanaan awal sesungguhnya telah memetakan paket pekerjaan hingga 2029. Namun Pemkab memilih memecahnya menjadi dua tahap besar agar tidak terjadi penumpukan beban anggaran. “Rencananya MYC ini ada 2026–2027, kemudian lanjut 2028–2029. Skemanya sudah kita siapkan sebenarnya. Tapi kita sepakati dulu tahap pertama, berikutnya nanti tahap kedua,” ujarnya.

Ia menegaskan, keputusan tidak menjalankan MYC langsung untuk tiga tahun atau lebih merupakan bentuk kehati-hatian pengelolaan fiskal. Menurutnya, jika seluruh paket dipadatkan sekaligus, postur APBD berisiko terdampak dan dapat menghambat program pembangunan lainnya. “Kalau tiga tahun sekaligus itu menumpuk dananya sehingga bisa mempengaruhi kegiatan yang lain. Makanya kita sesuaikan dengan keuangan daerah,” jelasnya.

Terkait pertanyaan publik soal apakah seluruh kontraktor dalam 18 paket MYC tersebut berasal dari perusahaan lokal, Ardiansyah menyebut hal itu sepenuhnya menjadi ranah Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ). Pemkab, kata dia, tidak ikut mengatur secara langsung. “Kalau soal kontraktor, itu urusan PBJ. Mereka yang menentukan komitmen-komitmennya,” tegasnya. Ia berharap seluruh pelaksana proyek dapat bekerja profesional. “Semoga semua kontraktornya betul-betul bertanggung jawab, jangan seperti yang kemarin,” tambahnya.

Selain itu, Ardiansyah mengungkap ada beberapa proyek MYC yang sebelumnya sempat tersendat. Salah satunya proyek Manubar–Seriung yang kini kembali dilanjutkan. Sementara proyek lain yang membutuhkan penyempurnaan akan diperkuat lewat penambahan anggaran pada tahun berjalan maupun tahun berikutnya. “Tahun sebelumnya yang tersendat seperti Manubar–Seriung, itu kita lanjutkan. Tahun depan juga kita tambah, sebagian memang ada yang kita perkuat lagi,” ucapnya.

Pemkab Kutim menargetkan MYC tahap pertama dapat berjalan tanpa kendala berarti dan memberikan dampak langsung pada konektivitas serta infrastruktur strategis di daerah. (Adv)