Sangatta News — Percepatan penurunan angka stunting di Kecamatan Sangkulirang kini tidak lagi hanya fokus pada pemberian gizi, melainkan merambah ke sektor vital: kesehatan desa dan kedaulatan air bersih. Pemerintah Kecamatan Sangkulirang menegaskan bahwa perencanaan pembangunan yang terintegrasi menjadi kunci utama untuk memutus mata rantai stunting di wilayah tersebut.

Camat Sangkulirang, Cipto Bintoro, mengungkapkan bahwa salah satu tantangan terbesar saat ini adalah minimnya fasilitas kesehatan yang representatif di tingkat desa untuk memantau tumbuh kembang anak secara maksimal.

Dalam keterangannya pada Rabu (4/2/2026), Cipto menekankan bahwa penanganan stunting membutuhkan intervensi sensitif yang menyentuh akar masalah di lapangan. “Kami sangat berharap adanya peningkatan fasilitas kesehatan di desa-desa se-Kecamatan Sangkulirang. Upaya-upaya sensitif yang berpengaruh langsung terhadap kesehatan anak harus mendapat perhatian serius agar pencegahan stunting bisa berjalan optimal,” ujar Cipto.

Selain kesehatan, penyediaan air bersih menjadi rapor merah yang harus segera dibenahi. Meski beberapa desa di Sangkulirang sudah memiliki embung dan Water Treatment Plant (WTP), masalah baru muncul yakni minimnya operator ahli.

Cipto menjelaskan bahwa karakteristik air di wilayahnya tidak bisa dikelola secara sembarangan. Sifat air yang cenderung asam memerlukan proses pengolahan teknis yang lengkap dan ketat.

“WTP ini tidak bisa dikelola sembarangan. Air yang diolah umumnya bersifat asam, sehingga membutuhkan operator yang kompeten dan memiliki kepedulian tinggi dalam merawat fasilitas. Tanpa keahlian khusus, alat yang sudah dibangun tidak akan bermanfaat maksimal,” tegasnya.

Untuk menjamin keberlanjutan akses air bersih—yang berkorelasi langsung dengan tingkat higienitas dan pencegahan stunting—Cipto meminta dinas terkait segera turun tangan memberikan pelatihan teknis bagi warga lokal.

Peningkatan kapasitas operator desa dianggap sebagai investasi jangka panjang agar fasilitas yang dibangun pemerintah tidak terbengkalai. “Kami berharap dinas terkait memfasilitasi pelatihan bagi operator WTP di desa-desa. Keberlanjutan pengelolaan air bersih ini sangat menentukan. Semua upaya ini, pada akhirnya, bermuara pada satu tujuan besar: Sangkulirang Bebas Stunting,” tambahnya.