Sangatta News – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) memperkuat barisan untuk memutus rantai stunting melalui pendekatan karakter. Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Kutim resmi mensosialisasikan program Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (G7KAIH) sebagai strategi jitu menciptakan anak yang sehat, cerdas, dan berkarakter kuat.

Acara advokasi yang digelar di Hotel Royal Victoria Sangatta, Rabu (4/2/2026) ini, menempatkan para guru sebagai garda terdepan dalam menanamkan kebiasaan positif sejak usia dini.

Program yang diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) ini merangkum tujuh pilar utama untuk membentuk fisik dan mental prima anak, yaitu bangun pagi, beribadah, olahraga, makan sehat (bergizi), gemar belajar, bermasyarakat dan tidur cepat.

Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, menjelaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan intervensi perilaku yang berdampak langsung pada pertumbuhan fisik anak. Kebiasaan makan sehat, olahraga, dan tidur cepat sangat krusial bagi hormon pertumbuhan untuk mencegah stunting.

“Dari tujuh kebiasaan ini, mungkin hanya dua yang dominan dilakukan di sekolah, yaitu gemar belajar dan bermasyarakat. Sisanya banyak dilakukan di rumah. Namun, guru tetap punya tanggung jawab besar untuk memberi pemahaman agar anak-anak konsisten menerapkannya setiap hari,” ujar Mulyono di hadapan Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kutim, Ny. Siti Robiah Ardiansyah.

Penerapan G7KAIH ini merupakan pendekatan strategis berbasis perubahan perilaku yang saling berkaitan dalam mendukung percepatan penurunan stunting.  Ia menegaskan, jika kebiasaan ini tertanam kuat di lingkungan keluarga dan sekolah, cita-cita Kutai Timur bebas stunting akan terwujud secara berkelanjutan.

Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Non Formal (PNF) Disdikbud Kutim, Heri Purwanto, melaporkan bahwa kegiatan ini diikuti 130 perwakilan PAUD dan TK dari seluruh wilayah Kabupaten Kutim. Selama tiga hari, para pendidik akan dibekali materi dari Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) Kemendikdasmen dan BPMP Kaltim.

Tujuannya, lanjut Heri, mengedukasi pendidik mengenai kaitan erat antara 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dengan pencegahan stunting pada anak. Juga elakukan advokasi strategi perubahan perilaku, untuk implementasi 7 Kebiasaan yang berpengaruh pada hormon pertumbuhan anak serta membangun komitmen bersama antar pemangku kepentingan untuk menciptakan lingkungan pendukung kesehatan fisik dan mental anak.

“Kami ingin membangun komitmen lintas sektoral. G7KAIH adalah jalan menuju Generasi Emas 2045 yang dimulai dari langkah kecil di rumah dan sekolah,” tambah Heri.