Sangatta News — Kepolisian Resor (Polres) Kutai Timur (Kutim) berhasil memboyong dua penghargaan sekaligus dalam Rapat Pimpinan (Rapim) Polda Kaltim Tahun 2026 yang digelar di Mapolda Kaltim, Balikpapan, Rabu (18/2/2026).
Kerja keras dan dedikasi jajaran Kepolisian Resor (Polres) Kutai Timur (Kutim) dalam menjaga integritas serta kualitas sumber daya manusia membuahkan hasil manis. Dalam ajang bergengsi Rapat Pimpinan (Rapim) Polri Tahun 2026 jajaran Kepolisian Daerah Kalimantan Timur (Polda Kaltim), Polres Kutim berhasil memboyong dua penghargaan sekaligus atas capaian kinerja yang impresif.
Kegiatan ini menjadi panggung apresiasi bagi satuan kewilayahan yang dinilai paling menonjol dalam tata kelola organisasi. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kapolda Kaltim, Irjen Pol Endar Priantoro, kepada Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto, di hadapan seluruh jajaran pimpinan tinggi kepolisian se-Kalimantan Timur.
Kerja keras dan dedikasi jajaran Polres Kutim dalam menjaga integritas serta kualitas sumber daya manusia membuahkan hasil manis. Polres Kutim tercatat sukses mengamankan dua posisi teratas dalam kategori yang berbeda.
Penghargaan pertama yang diraih adalah Peringkat Terbaik Kedua dalam evaluasi kinerja komprehensif di bidang pembinaan personel untuk seluruh jajaran Polres dan Polresta di wilayah hukum Polda Kaltim. Capaian ini menegaskan bahwa manajemen internal Polres Kutim dalam mengelola sumber daya manusia, mulai dari kesejahteraan, karier, hingga kedisiplinan anggota, berada di jalur yang sangat positif.
Tidak hanya secara kolektif, prestasi individu personel Polres Kutim juga mendapat sorotan. Penghargaan kedua diraih IPDA Muhammad Ade Maulana, yang sukses menduduki Peringkat Terbaik Ketiga dalam penilaian kinerja individu bidang Samapta. Keberhasilan IPDA Ade menjadi bukti bahwa kompetensi taktis dan operasional personel di lapangan tetap terjaga di tengah dinamika keamanan yang tinggi.
Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto tidak mampu menyembunyikan rasa bangganya. Namun, ia menekankan bahwa semua pencapaian ini bukanlah keberhasilan perorangan, melainkan hasil dari kerja sama tim yang solid di seluruh tingkatan jabatan. “Apresiasi ini adalah buah dari kolektivitas dan kerja keras seluruh anggota Polres Kutim yang tanpa lelah memberikan pengabdian terbaiknya. Ini adalah bukti bahwa sistem pembinaan yang kita jalankan berjalan secara efektif,” ujar AKBP Fauzan.
Meskipun mendapat pujian, AKBP Fauzan memberikan catatan penting kepada seluruh jajarannya agar tidak terjebak dalam euforia atau merasa cepat berpuas diri. Menurutnya, penghargaan merupakan sebuah tanggung jawab baru untuk mempertahankan kualitas pelayanan kepada masyarakat agar tidak menurun.
“Prestasi ini harus dijadikan sebagai pelecut motivasi. Fokus utama kita ke depan tetap pada peningkatan disiplin anggota dan optimalisasi pelayanan publik. Kita harus memastikan kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di Kutim,” tegasnya.
Terkait penghargaan yang diterima oleh IPDA Muhammad Ade Maulana, Kapolres berharap hal tersebut dapat menularkan semangat kompetitif yang sehat bagi personel lainnya. Ia menginginkan setiap anggota kepolisian di wilayah Kutai Timur memiliki dorongan untuk terus berinovasi dan berprestasi di bidang tugas masingmasing.
“Keberhasilan IPDA Ade Maulana adalah contoh nyata bahwa setiap dedikasi akan mendapatkan pengakuan. Semoga ini menjadi inspirasi bagi anggota lainnya untuk terus berkontribusi bagi institusi, sehingga situasi kamtibmas yang kondusif di Kutim dapat terus kita jaga secara berkelanjutan,” ujar AKBP Fauzan.
Dengan capaian ini, Polres Kutim kian mengukuhkan posisinya sebagai salah satu satuan kewilayahan yang unggul dalam pembinaan personel dan siap menghadapi tantangan keamanan di masa depan dengan SDM yang lebih profesional dan berintegritas.


Tinggalkan Balasan