Sangatta News – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Selasa (10/03/2026) menggelar acara “Kutim Berzakat 2026”, sebuah gerakan serempak untuk mengajak para pejabat, pengusaha, hingga masyarakat luas menunaikan kewajiban zakat di bulan suci Ramadhan.
Acara ini tidak sekadar seremoni. Momentum ini menjadi titik awal penyaluran 4.500 Paket Ramadhan Bahagia yang akan didistribusikan ke 18 kecamatan di seluruh Kutai Timur guna memastikan para mustahiq (penerima zakat) dapat menjalani ibadah dengan lebih tenang dan ceria.
Dalam sambutannya, Bupati Ardiansyah Sulaiman memberikan catatan khusus bagi para pelaku ekonomi di sektor sumber daya alam. Ia mengingatkan bahwa kekayaan melimpah yang digali dari bumi Kutai Timur memiliki hak orang lain di dalamnya.
“Untuk para pelaku di sektor tambang, harus teliti. Jangan sampai tidak terpikirkan untuk menunaikan zakat, padahal hasilnya sangat melimpah di daerah kita,” tegas Bupati Ardiansyah.
Tak hanya sektor swasta, Bupati juga menginstruksikan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Kutim untuk menjadi teladan. Ia meminta ASN meluruskan niat menyisihkan pendapatan bulanan, baik dari gaji pokok maupun tunjangan sertifikasi, untuk dikelola oleh BAZNAS demi kemaslahatan umat.
Gema berbagi ini sudah dimulai sehari sebelumnya, Senin (09/03/2026), di Masjid Nurul Huda, Desa Bangun Jaya, Kecamatan Kaliorang. Dalam acara bertajuk “Ramadhan Bahagia”, Bupati menyerahkan secara simbolis 200 paket sembako senilai Rp100 juta khusus untuk warga Kaliorang.
Dukungan nyata juga mengalir deras dari dunia usaha. Perusahaan-perusahaan besar seperti PT Kalimantan Prima Persada (KPP) memberikan santunan yatim piatu serta bantuan sarana ibadah. Sementara PT Indexim Coalindo, PT Kobexindo (Singa Merah), dan PT Agrina turut menyalurkan bantuan operasional masjid serta ratusan paket sembako tambahan.
Selain zakat dan bantuan sosial, Pemkab Kutim melalui Bagian Kesra juga mencairkan insentif untuk dua bulan (Januari-Februari 2026) bagi da’i, imam masjid, marbot dan rohaniawan total Rp150,5 juta. Juga untuk guru TK/TPA dan guru Kemenag total Rp306 juta.
Ketua BAZNAS Kutim, Masnip Sofwan, mengungkapkan bahwa pengelolaan zakat di Kutim dilakukan secara profesional dengan prinsip Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Sepanjang tahun 2025 saja, BAZNAS telah mengumpulkan dana sebesar Rp21,9 miliar yang manfaatnya dirasakan oleh lebih dari 28 ribu jiwa.
Menariknya, zakat di Kutim tidak hanya habis untuk konsumsi. Dana tersebut juga digunakan untuk investasi jangka panjang dalam bentuk SDM, seperti beasiswa pendidikan dengan membiayai putra-putri daerah kuliah di dalam negeri hingga ke Mesir. Zakat juga disalurkan untuk pemberdayaan ekonomi lewat program Z-Mart dan peternakan melalui Santripreneur.
“Program ini adalah upaya kami agar masyarakat yang membutuhkan dapat menjalani bulan suci dengan lebih bahagia, sekaligus meningkatkan kualitas hidup mereka melalui pendidikan,” jelas Masnip.
Melalui gerakan “Kutim Berzakat”, Pemkab Kutai Timur ingin membuktikan bahwa keberkahan Ramadhan bisa dirasakan secara merata jika pemerintah, pengusaha, dan masyarakat bersinergi dalam satu barisan kepedulian.


Tinggalkan Balasan