Sangatta News – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) mempertegas komitmennya dalam membangun kedaulatan pangan daerah. Tak tanggung-tanggung, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengumumkan kesiapan 20 ribu hektare lahan yang khusus dialokasikan untuk budidaya padi demi mewujudkan kemandirian pangan.
Target ambisius ini merupakan bagian dari strategi perluasan kawasan pertanian Kutim yang direncanakan mencapai total 100 ribu hektare. Bupati Ardiansyah Sulaiman menjelaskan bahwa dari total 100 ribu hektare tersebut, 80 ribu hektare akan diperuntukkan bagi sektor hortikultura dan perkebunan. Sementara, sisa 20 ribu hektare difokuskan untuk berbagai jenis metode tanam padi.
“Dari 20 ribu hektare lahan pertanian tersebut, sekitar 7 ribu hektare sudah siap pakai, termasuk 2 ribu hektare khusus untuk sawah padi. Ini adalah upaya nyata kita agar Kutai Timur bisa mandiri pangan,” ujar Ardiansyah saat menghadiri kegiatan Tanam Padi Serentak di Desa Sepaso Timur, Kecamatan Bengalon, Kamis (9/4/2026).
Dalam pelaksanaannya, Pemkab Kutim menggandeng Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebagai perintis sekaligus pendamping petani di lapangan. Kehadiran personel TNI bersama penyuluh pertanian diharapkan mampu mempercepat tata kelola lahan yang produktif.
Komandan Korem 091/Aji Surya Natakesuma, Brigjen TNI Anggara Sitompul, menegaskan bahwa ke depan, kekuatan ekonomi sebuah daerah tidak lagi bertumpu pada pertambangan, melainkan pada sektor pangan.
“Daerah yang punya lahan pertanian lah yang akan memegang kendali ekonomi masa depan, bukan lagi daerah yang hanya mengandalkan tambang. Dengan ancaman El Nino dan dinamika global, kita harus siap dari sekarang,” tegas Brigjen TNI Anggara.
Meski target besar telah dicanangkan, tantangan di lapangan tetap ada. Dandim 0909/Kutim, Letkol Arh Ragil Setyo Yulianto, melaporkan bahwa dari alokasi program cetak sawah seluas 1.106 hektare di Kutim, saat ini baru terealisasi sekitar 363 hektare. “Kami akan berupaya menyelesaikan seluruh target tersebut secepatnya agar produktivitas bisa segera maksimal,” kata Letkol Ragil.
Respons positif datang dari tingkat akar rumput. Imam Turmudi, Ketua Kelompok Tani Mega Sejahtera di Desa Sepaso Timur, menyebut kelompoknya kini mengelola 98 hektare lahan yang sudah siap ditanami, menandakan kesiapan petani mendukung penuh program pemerintah ini.


Tinggalkan Balasan