Sangatta News — Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, secara resmi membuka Turnamen Sepak Bola Kapolres Kutim Cup U-10 dan U-12 di Stadion Kudungga, Sangatta, Kamis (11/06/2026). Kompetisi kelompok umur yang diinisiasi Polres Kutim ini digelar dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Bhayangkara sekaligus menjadi wadah taktis menjaring bibit unggul pesepak bola lokal sejak dini.

Hadir mewakili Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman yang sedang menunaikan tugas kedinasan di Jakarta, Mahyunadi membuka acara didampingi oleh Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto, Wakapolres Kompol Ahmad Abdullah, serta Kepala Dispora Kutim Basuki Isnawan.

Dalam sambutannya di pinggir lapangan, Wabup Mahyunadi menyoroti satu aspek krusial yang sering luput dalam pembinaan atlet usia dini di daerah, yakni masalah pemenuhan gizi dan vitamin. Menurutnya, bakat teknik yang hebat harus ditopang oleh postur fisik yang ideal agar mampu bersaing di kancah nasional maupun internasional.

Ia bahkan memberikan contoh nyata dari panggung sepak bola dunia, yakni megabintang Argentina, Lionel Messi, yang sukses melampaui keterbatasan fisik masa kecilnya berkat intervensi medis dan asupan gizi yang tepat.

“Jika atlet-atlet muda kita yang sudah terjaring melalui turnamen ini nantinya diberikan asupan gizi dan vitamin yang maksimal, insyaallah Kutai Timur bisa melahirkan pemain-pemain hebat berskala nasional di masa depan,” ujar Mahyunadi optimis.

Melihat tribun Stadion Kudungga yang dipadati oleh para orang tua jemaah sepak bola, Mahyunadi menyempatkan diri memberikan pesan menyentuh sekaligus memotivasi. Ia meminta para ibu dan ayah untuk tidak bersikap terlalu protektif atau khawatir melihat anak-anak mereka harus bersimbah keringat dan kepanasan di lapangan hijau.

Wabup menegaskan bahwa teriknya matahari dan kerasnya atmosfer pertandingan adalah bagian dari proses pembentukan karakter (character building) yang tidak didapatkan di dalam ruang kelas.

“Yakinlah bahwa pisau atau pedang yang tajam itu ditempa dengan proses yang sangat panjang, dibakar panas terlebih dahulu. Ini adalah proses bagaimana anak-anak kita dibentuk agar kuat mentalnya, bukan hanya fisiknya saja,” tutur Mahyunadi menggunakan analogi yang filosofis.

Guna memberikan kenyamanan bagi para atlet muda dan orang tua dalam meniti karier sepak bola, Pemkab Kutim memberikan pernyataan penting. Orang tua diminta tidak cemas mengenai urusan akademis anak. Jika ada atlet potensial yang terbentur masalah izin sekolah selama bertanding, pemerintah daerah siap pasang badan membantu pengurusan dispensasi ke pihak sekolah.

Pemkab Kutim juga berkomitmen penuh memperbaiki infrastruktur olahraga dan membuka pintu lebar-lebar untuk pemanfaatan fasilitas daerah dalam agenda kejuaraan serupa.

Melihat dampak masif dan positif dari turnamen ini, Pemkab Kutim secara terbuka menantang Polres Kutim untuk menaikkan intensitas kompetisi. Mahyunadi berharap Kapolres Kutim Cup usia dini ini tidak hanya menjadi agenda setahun sekali, melainkan diakselerasi menjadi agenda rutin setiap enam bulan sekali (dua kali setahun).

“Fasilitas olahraga di Kutim selalu kita perbaiki dan sangat terbuka untuk digunakan dalam lomba-lomba positif seperti ini. Kami dari pemerintah daerah sangat berterima kasih kepada Pak Kapolres atas terselenggaranya acara luar biasa ini,” tambah Mahyunadi.