Sangatta News – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) terus mendorong peningkatan literasi teknologi di kalangan generasi muda. Melalui kegiatan Akselerasi Karya dan Inovasi Mahasiswa (Aksara) Fest 2026, sebanyak 60 mahasiswa dibekali pengetahuan serta keterampilan memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) secara bijak, kreatif, dan bertanggung jawab.
Kegiatan yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim itu menjadi salah satu upaya pemerintah daerah menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang adaptif terhadap perkembangan teknologi digital yang kini semakin lekat dengan kehidupan sehari-hari.
AI sendiri telah berkembang menjadi salah satu teknologi yang banyak dimanfaatkan di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, pemerintahan, kesehatan hingga dunia usaha. Kehadirannya dinilai mampu mempercepat proses kerja, mempermudah akses informasi, sekaligus meningkatkan efisiensi dalam berbagai aktivitas.
Di dunia pendidikan, teknologi yang konsep awalnya diperkenalkan oleh ilmuwan Alan Turing pada 1950 tersebut kini menjadi salah satu platform yang paling banyak digunakan, terutama oleh pelajar dan mahasiswa, untuk menunjang proses belajar, riset, hingga pengembangan inovasi.
Kepala Disdikbud Kutim Mulyono mengatakan, kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi menjadi kompetensi yang harus dimiliki generasi muda. Namun, menurutnya, pemanfaatan AI tidak cukup hanya berorientasi pada kemudahan, melainkan juga harus disertai dengan tanggung jawab dan etika dalam penggunaannya.
“Aksara Fest menjadi bukti bahwa mahasiswa memiliki komitmen tinggi untuk terus belajar dan beradaptasi. Pemkab Kutim sangat mendukung pelatihan berbasis inovasi teknologi ini sebagai bekal krusial dalam mencetak SDM yang unggul,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah berkomitmen terus memperkuat kualitas pendidikan melalui berbagai program prioritas. Di antaranya dengan memperluas akses internet di satuan pendidikan, meningkatkan sarana pendukung pembelajaran, serta menyediakan berbagai program beasiswa guna menjamin keberlanjutan pendidikan bagi generasi muda Kutai Timur.
Melalui Aksara Fest 2026, Pemkab Kutim berharap mahasiswa tidak hanya mampu memanfaatkan AI sebagai alat bantu dalam proses belajar, tetapi juga menjadi motor lahirnya berbagai karya dan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung pembangunan daerah.


Tinggalkan Balasan