Sangatta News — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tidak hanya menjadi panggung penghormatan bagi korps kepolisian. Momentum sakral yang digelar di halaman Kantor Bupati Kutim pada Selasa (1/6/2026) ini juga menjadi ruang apresiasi bagi sinergi lintas sektor dalam menjaga stabilitas dan kemandirian pangan daerah.

Dalam acara ramah tamah pasca-upacara, Pemerintah Kabupaten Kutim melalui Polres Kutim-Polda Kalimantan Timur menganugerahkan penghargaan bergengsi kepada PT Kaltim Prima Coal (KPC). Raksasa pertambangan ini dinilai sukses mendukung dan menyukseskan Program Industrial Farming guna memperkuat ketahanan pangan lokal.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung secara simbolis oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman bersama Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto kepada Manager External Relations (ER) KPC, Nanang Supriyadi, yang hadir mewakili General Manager External Affairs and Sustainable Development (ESD) KPC, Wawan Setiawan.

Dukungan KPC dalam sektor agraria ini bukan sekadar pemanis di atas kertas. Perusahaan menyediakan lahan potensial seluas 19,8 hektare di area PIT J yang kini telah disulap menjadi hamparan hijau tanaman jagung.

Uniknya, pengelolaan lahan raksasa ini melibatkan kolaborasi taktis dengan empat kelompok tani (poktan) binaan Polres Kutim, yaitu Poktan Prima Mandiri, Poktan Tani Prima, Poktan Bakutor dan Poktan Karya Bersama.

Tak hanya modal lahan, KPC juga menyuntikkan bantuan sarana produksi pertanian (saprotan) dari hulu ke hilir untuk memastikan budidaya berjalan optimal. Mulai dari benih jagung berkualitas, pupuk NPK, pupuk kandang, dolomit, pestisida, hingga alat berat seperti hand tractor dan ekskavator untuk pembukaan lahan awal.

Skema Sirkular: Jagung Menjelma Jadi Telur Ayam

Hebatnya, skema industrial farming yang dibangun KPC bersama para mitra ini dirancang dengan memperhatikan kesinambungan rantai produksi yang matang (circular economy).

Hasil panen jagung dari para petani tidak langsung dijual mentah ke pasar, melainkan dialirkan ke unit pengolahan pakan skala kecil (mini feedmill) yang berada di kawasan Peternakan Sapi Terpadu (PESAT) Kabo, Swargabara, Sangatta.

Di fasilitas inilah jagung diolah menjadi pakan ternak berkualitas tinggi lewat kerja sama intensif antara kelompok tani, Polres Kutim, dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura. Produk akhir pakan ternak ini kemudian diserap langsung oleh para peternak ayam petelur di Sangatta dan sekitarnya. Hasil akhirnya? Produktivitas telur lokal meningkat, harga pakan stabil, dan pasokan protein untuk masyarakat Kutim terpenuhi dengan baik.

“Ini merupakan sebuah kehormatan bagi KPC menerima penghargaan dari Bupati Kutai Timur dalam program ketahanan pangan. Penghargaan ini adalah hasil kerja keras seluruh tim KPC serta dukungan penuh dari Polres Kutim,” ujar Nanang Supriyadi emosional saat menerima plakat.

Nanang menegaskan, KPC berkomitmen untuk terus berinovasi dan menjaga sinergi ini demi masa depan masyarakat Kutai Timur yang lebih mandiri, berdaya, dan sejahtera di sektor pangan.

Kolaborasi apik antara pemerintah daerah, aparat kepolisian, korporasi, hingga peternak ini merefleksikan bahwa ketahanan pangan yang kokoh hanya bisa dicapai ketika semua lini bergerak bersama membentuk mata rantai yang saling menguatkan.