Sangatta News— Suasana hangat bercampur haru menyelimuti Ruang Akasia, Gedung Serba Guna (GSG) Bukit Pelangi, Sangatta. Jajaran Korps Bhayangkara bersama jajaran pimpinan daerah berkumpul untuk melepas AKBP Fauzan Arianto dan menyambut Kapolres Kutai Timur yang baru, AKBP Aryansyah.

AKBP Fauzan Arianto resmi menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan untuk mengemban tugas baru sebagai Wakapolres Kota Balikpapan. Prosesi pisah sambut ini dihadiri langsung oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, Wakil Bupati Mahyunadi, Ketua DPRD Kutim Jimmi, Dandim 0909/Ktm Letkol Czi Zaenal Abidin, Kejari Kutim Tutuko Wahyu Minulyo, serta jajaran kepala perangkat daerah.

Dalam sambutannya, Bupati Ardiansyah Sulaiman memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada AKBP Fauzan atas dedikasi tanpa batas dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Kutim. Menurutnya, berjalannya roda pembangunan daerah sangat bergantung pada situasi kondusif yang dijaga oleh kepolisian.

“Terima kasih kepada seluruh kepolisian, khususnya AKBP Fauzan, karena telah memberikan yang terbaik selama ini. Tetaplah bersinergi untuk masyarakat serta memberikan yang terbaik untuk bangsa dan negara,” tutur Bupati Ardiansyah.

AKBP Fauzan Arianto pun mengakui bahwa masa-masa bertugas di Kutim memberikan banyak pelajaran berharga tentang bagaimana memimpin di wilayah yang dinamis. “Tidak terasa waktu cepat berlalu. Selama berdinas di sini, kami banyak belajar. Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terus mendukung kepolisian agar bisa memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kutim,” ungkap Fauzan dengan nada haru.

Sebagai penyambutan kepada pejabat baru, Bupati Ardiansyah langsung memberikan “kuliah singkat” mengenai peta geopolitik Kabupaten Kutai Timur yang sebentar lagi akan menginjak usia ke-27 tahun.

Bupati membeberkan lanskap administratif Kutim saat ini dan menitipkan harapan besar kepada AKBP Aryansyah untuk ikut mengawal proses transisi wilayah. Kutim saat ini terbagi atas 18 kecamatan, 2 kelurahan, dan 141 desa.

Saat ini terdapat 11 desa persiapan yang sedang digodok. Bupati berharap dalam tahun ini status definitif dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) segera turun, sehingga total administratif Kutim akan genap menjadi 152 desa.

“Kita sangat berharap kehadiran Kapolres baru, Bapak Aryansyah, dapat terus bersinergi dengan masyarakat, pemerintah, dan bersama-sama dengan Forkopimda menyukseskan pembangunan ini,” harap orang nomor satu di Kutim tersebut.

Merespons tantangan dan harapan besar tersebut, Kapolres Kutim yang baru, AKBP Aryansyah, menyatakan kesiapan penuh dirinya beserta jajaran untuk langsung tancap gas di lapangan. Ia menegaskan tidak akan mengubah pondasi yang sudah kokoh, melainkan memperkuat layanan demi menjaga stabilitas keamanan.

“Kami siap untuk melanjutkan apa yang telah menjadi tugas pimpinan terdahulu. Kami juga siap bersinergi memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat serta seluruh kawasan Kutai Timur agar tetap aman dan kondusif,” tambah AKBP Aryansyah.