Sangatta News — Semangat membara ditunjukkan 288 pelajar baru dalam pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 untuk SMAN 1 dan SMAN 2 Sangatta Selatan. Agenda yang berlangsung di Ruang Meranti, Sangatta, Selasa (14/7/2026) ini diwarnai pesan mendalam dari Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, tentang filosofi belajar sepanjang hayat (lifelong learning).

Acara ini diikuti oleh 216 siswa SMAN 1 Sangatta Selatan (SmanSatSet) dan 72 siswa SMAN 2 Sangatta Selatan. Spesialnya, momen ini juga dirangkai dengan seremoni peresmian gedung sekolah baru untuk SMA Negeri 2 Sangatta Selatan.

Ada pemandangan unik sekaligus menyentuh dalam MPLS kali ini. Untuk sementara waktu, siswa baru SMAN 2 Sangatta Selatan terpaksa harus menumpang kegiatan belajar di SMAN 1 karena proses penyelesaian gedung mereka masih berjalan.

Melihat kondisi tersebut, Bupati Ardiansyah yang merupakan alumni SDN 002 Tenggarong dan SMAN 2 Samarinda ini langsung menyuntikkan motivasi berkelas demi membakar mental para siswa:

“Kondisi fisik (gedung) tidak boleh mengurangi semangat belajar kalian. Keberhasilan pendidikan tidak diukur dari megahnya fasilitas sekolah, melainkan dari kemampuan kalian memanfaatkan kesempatan belajar secara maksimal. Bukan sekolah yang membanggakan kita, tetapi kita yang harus membanggakan sekolah!” tegas Ardiansyah disambut riuh tepuk tangan.

Di hadapan para siswa, Bupati menjelaskan bahwa para pelajar SMA/SMK di Kutim kini berada di gerbang final program Wajib Belajar 13 Tahun. Program ini merupakan komitmen radikal Pemkab Kutim untuk mengawal pendidikan anak sejak bangku PAUD hingga tingkat menengah atas.

Demi memperkuat fondasi ini, Bupati membeberkan dua langkah strategis yang sedang digenjot. Peraturan Bupati (Perbup) akan segera diterbitkan, di mana regulasi ini mewajibkan setiap desa di Kutim memiliki layanan PAUD tanpa terkecuali.

Sejak 2024, Pemkab Kutim telah mendanai beasiswa S1 bagi guru PAUD yang belum sarjana. Program ini mulai membuahkan hasil, dengan gelombang kelulusan pertama siap diwisuda pada Agustus 2026 mendatang.

Langkah taktis ini diambil karena Indonesia—khususnya Kutim—sedang menjemput puncak Bonus Demografi 2045. Generasi muda yang duduk di bangku SMA hari inilah yang akan menjadi aktor utama penentu hidup-matinya masa depan bangsa.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala SMAN 1 Sangatta Selatan, Rubito, memaparkan lompatan prestasi sekolahnya yang beken dengan julukan “SmanSatSet” tersebut. Sekolah yang berlokasi di Jalan Guru Besar ini bergerak cepat melakukan transformasi kurikulum.

Tidak cuma jago di bidang literasi dasar, SmanSatSet juga aktif menyuntikkan pendidikan kewirausahaan (entrepreneurship) agar para lulusannya memiliki kemandirian tinggi, kreatif, dan siap bertarung di dunia kerja maupun perguruan tinggi.

Sebagai penutup yang manis, rangkaian kegiatan ini diakhiri dengan penyerahan cendera mata istimewa kepada Bupati Ardiansyah, berupa buku-buku literasi asli hasil karya kolaborasi para siswa, guru, dan kepala sekolah SMAN 1 Sangatta Selatan.