Sangatta News – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) bersama Kepolisian Resor (Polres) Kutim sepakat mempertegas barikade pertahanan wilayah dari ancaman narkoba sekaligus mengawal proyek strategis daerah. Langkah taktis ini diperkuat dalam pertemuan perdana antara Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, dan Kapolres Kutim yang baru, AKBP Aryansyah, di Ruang Kerja Bupati, Kamis (16/7/2026).
Ada dua agenda krusial yang mendominasi meja diskusi yakni perang total terhadap peredaran gelap narkotika dan percepatan konektivitas udara untuk menunjang ledakan investasi di Kutim.
Bupati Ardiansyah Sulaiman menegaskan bahwa relasi harmonis dan koordinasi lintas sektor antara pemkab dan aparat penegak hukum bukanlah hal baru, melainkan fondasi yang telah dibangun kokoh sejak tahun 2021.
“Koordinasi berkala ini adalah kunci kami mendeteksi dini gejolak sosial. Berbagai persoalan di lapangan selalu kami bedah bersama agar tidak menjadi bola salju yang mengganggu pembangunan,” ujar Ardiansyah.
Dalam pertemuan tersebut, isu narkoba menjadi sorotan tajam. Ardiansyah kembali mengungkit komitmen bersama yang pernah dideklarasikan oleh seluruh kepala daerah di Kalimantan Timur untuk menyapu bersih sindikat barang haram tersebut. Pemkab Kutim berkomitmen penuh menyokong Polres Kutim dan Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam mempersempit ruang gerak pengedar.
Merespons hal itu, Kapolres Kutim AKBP Aryansyah menyatakan kesiapan penuh jajarannya untuk mengawal setiap kebijakan pemda dari sisi keamanan. Menurutnya, stabilitas kamtibmas adalah syarat mutlak agar program pembangunan daerah tidak tersendat.
“Narkoba ini musuh nyata bagi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kita. Jika generasi mudanya dirusak, seluruh rancangan pembangunan hebat di Kutim ini akan sia-sia. Kami akan tindak tegas,” tegas AKBP Aryansyah.
Selain benteng keamanan, lompatan ekonomi Kutim juga menjadi bahasan hangat. Mengingat mobilitas pelaku usaha dan investor ke Kutim terus melonjak, peningkatan infrastruktur transportasi udara kini menjadi prioritas mendesak.
Ardiansyah membeberkan bahwa Pemkab Kutim tengah intens berkoordinasi dengan kementerian terkait guna mengoptimalkan fasilitas bandara yang ada. Fokus utamanya saat ini adalah rencana memperpanjang landasan pacu (runway).
“Akses udara adalah magnet utama investasi saat ini. Dengan runway yang lebih panjang, pesawat dengan kapasitas lebih besar bisa mendarat langsung di Kutim. Ini akan memangkas waktu tempuh para pelaku usaha dan memutar roda ekonomi daerah jauh lebih cepat,” tambah Ardiansyah.


Tinggalkan Balasan