Sangatta News – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) memperkuat benteng pertahanan kesehatan masyarakat dengan meresmikan Rumah Rehab Gizi (RRG) Stunting di Kecamatan Sangatta Utara, Senin (9/2/2026). Fasilitas ini diproyeksikan menjadi pusat komando pemulihan gizi sekaligus laboratorium edukasi bagi keluarga berisiko stunting.

Peresmian yang berlangsung di Gedung Balai Pertemuan Umum (BPU) Sangatta Utara ini dihadiri Bupati Ardiansyah Sulaiman, jajaran kepala perangkat daerah, Tim Penggerak PKK (TP PKK) Kutim, hingga perwakilan dunia usaha.

Camat Sangatta Utara, Hasdiah, menjelaskan bahwa RRG Stunting bukan sekadar tempat pemeriksaan kesehatan biasa. Fasilitas ini menawarkan intervensi gizi menyeluruh yang mencakup pemeriksaan oleh dokter spesialis dan tenaga gizi profesional, pendampingan khusus bagi orang tua mengenai pola asuh sehat serta pelatihan langsung pembuatan Makanan Pendamping ASI yang bergizi dan ekonomis bagi keluarga.

“Di Sangatta Utara, kami memetakan ada 345 anak berisiko stunting dan 70 anak kategori stunting pada rentang usia 0-12 bulan. Mereka akan dikawal oleh tujuh kader terlatih serta dukungan penuh dari Puskesmas Sangatta Utara,” jelas Hasdiah.

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, mengapresiasi hadirnya RRG ini sebagai pelengkap dari berbagai program yang sudah berjalan. Ia menyebut keberhasilan penurunan stunting di Kutim adalah buah dari kerja keroyokan (collaborative action).

“Selama ini intervensi sudah dilakukan dari berbagai pintu; mulai dari dana RT, alokasi dana desa (ADD), hingga peran orang tua asuh dari kalangan pejabat dan dunia usaha. Rumah Rehab Gizi ini hadir sebagai penguat infrastruktur untuk memastikan semua upaya itu bermuara pada hasil yang nyata,” ujar Bupati.

Ia juga berharap RRG Sangatta Utara dapat menjadi pilot project atau model yang bisa diduplikasi oleh kecamatan lain di seluruh wilayah Kutai Timur.

Senada dengan Bupati, Sekretaris DPPKB Kutim, Jumran, menegaskan bahwa perang melawan stunting adalah perang demi kualitas kecerdasan dan daya saing generasi mendatang.

“Stunting bukan sekadar masalah tinggi badan, tapi soal masa depan. RRG Stunting adalah simbol investasi jangka panjang kita untuk mewujudkan Generasi Emas Kutai Timur,” tegasnya saat membacakan sambutan Ketua TPPS Kutim.

Dengan visi mewujudkan balita sehat dan bebas stunting, Pemkab Kutim optimistis kolaborasi antara layanan gizi terpadu, kader yang militan, dan dukungan CSR perusahaan akan menjadi kunci sukses penurunan angka stunting secara berkelanjutan di Tuah Bumi Untung Benua.