Sangattanews.com – Organisasi Masyarakat Peduli Kutai Timur (MPKT) resmi menetapkan sejumlah program kerja unggulan dalam rapat kerja bersama jajaran pengurus. Salah satu program prioritas yang segera direalisasikan adalah program ketahanan pangan berbasis peternakan sapi yang menyasar seluruh desa di Kabupaten Kutai Timur.

Ketua MPKT, Edy Hoddi, menyampaikan bahwa program ini dirancang sebagai langkah konkret dalam memperkuat ketahanan pangan di wilayah pedesaan. “Setelah melalui rapat kerja internal, kami sepakat bahwa fokus utama MPKT adalah pada program ketahanan pangan melalui pengembangbiakan sapi di seluruh desa di Kutai Timur,” ujarnya, Sabtu (8/6/2025).

Menurut Edy, dalam tahap awal pelaksanaan, setiap desa akan menerima bantuan berupa lima ekor sapi, terdiri dari empat betina dan satu jantan. Penyaluran bantuan tersebut akan dilakukan secara bertahap, disesuaikan dengan kesiapan masing-masing desa.“Program ini merupakan inisiatif murni dari para pengurus MPKT, dan kami siap untuk segera mengeksekusinya di lapangan. Kami berharap langkah ini menjadi bagian dari solusi nyata dalam meningkatkan ketahanan pangan sekaligus mendorong perekonomian masyarakat desa,” jelasnya.

Menariknya, inisiatif strategis ini telah diajukan kepada PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan mendapat respons positif dari pihak perusahaan. KPC, sebagai salah satu perusahaan tambang terbesar di dunia yang beroperasi di Kutai Timur, menunjukkan komitmen untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.

“Alhamdulillah, kami sudah berkoordinasi dengan pihak KPC. Respons mereka sangat positif. Kami optimistis kolaborasi ini bisa memberikan dampak langsung bagi masyarakat, khususnya dalam memperkuat sektor peternakan rakyat,” tambah Edy.

MPKT juga menyampaikan harapan agar pemerintah daerah, instansi teknis terkait, DPRD Kutai Timur, serta seluruh elemen masyarakat turut mendukung keberlangsungan program ini. Sinergi semua pihak dinilai menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan kemandirian pangan di daerah.

“Partisipasi dan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan sangat kami harapkan. Ini bukan hanya program MPKT, tetapi menjadi milik bersama demi kesejahteraan masyarakat Kutai Timur,” tutup Edy.

Program ini diproyeksikan tak hanya memperkuat ketahanan pangan lokal, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga desa melalui sektor peternakan yang berkelanjutan