Sangatta News – Dua kecamatan di wilayah perkotaan Kutai Timur, yakni Sangatta Utara dan Sangatta Selatan, tercatat sebagai penerima terbanyak program Rumah Layak Huni (RLH) tahun 2025.

“Data MBR yang paling banyak berada di Utara dan Selatan, jadi penerimanya otomatis lebih dominan di sana,” ujar Muhammad Noor, Kabid Permukiman, Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kutim, kemarin. Ia menjelaskan bahwa dominasi penerima di dua kecamatan tersebut disebabkan tingginya jumlah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Selain faktor jumlah MBR, kepadatan penduduk menjadi alasan penting lainnya. Dua kecamatan ini selama bertahun-tahun menjadi pusat aktivitas ekonomi dan permukiman sehingga kebutuhan perbaikan rumah tidak layak huni lebih tinggi dibanding kecamatan lainnya.

Selain Sangatta Utara dan Selatan, dua kecamatan lain yang ikut menjadi lokasi pembangunan RLH, yaitu Teluk Pandan dan Rantau Pulung, dengan jumlah penerima lebih sedikit. Meski demikian, Noor menegaskan alokasi tidak didasarkan pada pemerataan angka, melainkan sepenuhnya pada kebutuhan berdasarkan data lapangan. “Bantuan ini berbasis kebutuhan, bukan pembagian rata. Di mana rumah tidak layak huni banyak, di situ kita prioritaskan,” jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa pendataan awal dilakukan oleh pemerintah kecamatan dan desa, kemudian diverifikasi ulang oleh Perkim dan OPD terkait. Hasil akhir menunjukkan bahwa mayoritas usulan penerima dengan kondisi rumah paling memprihatinkan berada di dua kecamatan padat tersebut.

Dengan dominasi penerima di Sangatta Utara dan Selatan, Perkim menekankan bahwa program RLH tidak hanya memperbaiki kualitas tempat tinggal, tetapi juga mendukung pengurangan kawasan kumuh yang masih tersisa. “Kita ingin memastikan masyarakat yang tinggal di pusat kota juga mendapat hunian yang layak,” kata Noor.

Menurutnya, pemerataan pembangunan perumahan tetap menjadi prioritas pemerintah daerah. Jika pendataan tahun depan menunjukkan peningkatan kebutuhan di Teluk Pandan atau Rantau Pulung, alokasi akan bergeser sesuai kebutuhan di lapangan. (Adv)