Sangatta News – Mengawali fajar pertama tahun 2026, Stadion Kudungga Sangatta berubah menjadi lautan manusia. Sedikitnya 10.000 orang yang terdiri dari karyawan beserta keluarga besar PT Pamapersada Nusantara distrik KPCS (PAMA-KPCS) berkumpul dalam balutan kehangatan Family Gathering akbar bertajuk “Bersatu Bangkit Lebih Kuat”, Kamis (1/1/2026).

Kehadiran Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, di tengah ribuan pekerja tambang tersebut menjadi simbol kuatnya sinergi antara pemerintah dan sektor industri dalam membangun daerah. Didampingi jajaran Forkopimda, termasuk Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto dan sejumlah kepala perangkat daerah, Bupati disambut hangat dengan balutan kearifan lokal Tari Dayak Kanjet Pengsut yang memukau.

Dalam sambutannya yang penuh khidmat, Bupati Ardiansyah tidak hanya memberikan ucapan selamat tahun baru, tetapi juga menyelipkan pesan moral yang mendalam. Ia menjelaskan mengapa langit Kutai Timur cenderung tenang tanpa pesta kembang api yang berlebihan di malam pergantian tahun.

“Sesuai arahan Presiden RI, kita merayakan tahun baru ini dengan penuh kesederhanaan. Ini adalah bentuk empati dan belasungkawa kita atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” ungkap Bupati. Ia berharap semangat baru di tahun 2026 ini tetap diiringi dengan doa dan kepedulian sosial yang tinggi.

Apresiasi untuk Para Pahlawan Operasional

Momen yang paling menyentuh perhatian peserta adalah saat Bupati melangkah maju untuk memberikan penghargaan khusus kepada lima karyawan teladan PAMA-KPCS. Para penerima penghargaan ini mewakili berbagai garda terdepan operasional perusahaan, mulai dari pengemudi hingga operator alat berat.

Bupati secara langsung menyerahkan penghargaan kepada Yardi (Kategori Driver), Rusdi (Kategori Labour Supply), Tri Joko Sambodo (Kategori Non Operator), Aryadi Prasetyo (Kategori Mechanic), dan Bernard Paigi (Kategori Operator).

“Selamat kepada lima karyawan terbaik yang telah menjadi teladan di bidangnya masing-masing. Saya berharap prestasi ini menjadi motivasi bagi seluruh karyawan PAMA untuk terus meningkatkan produktivitas demi kemajuan Kutim,” pesan Ardiansyah dengan bangga.

Senada dengan Bupati, Project Manager PAMA KPCS, Yudhi Mustari, menegaskan bahwa dukungan penuh dari pemerintah daerah adalah napas bagi keberlangsungan perusahaan. Ia berkomitmen bahwa kesuksesan PAMA di tahun-tahun mendatang harus dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat Kutai Timur.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Kutim atas dukungannya. Kami berkomitmen untuk memaksimalkan dukungan tersebut, terutama dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kutim,” tegas Yudhi.

Acara kemudian dibuka secara simbolis dengan suara sirine yang membahana, disusul dengan pelepasan burung merpati ke langit biru Sangatta. Merpati-merpati tersebut terbang membawa pesan kebebasan dan perdamaian, menandai dimulainya langkah baru Kabupaten Kutai Timur menuju tahun 2026 yang lebih cerah dan berkelanjutan.