Sangatta News – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) resmi menginjak pedal gas transformasi digital dalam tata kelola pemerintahan. Selasa (12/5/2026), bertempat di Ruang Meranti, Kantor Bupati Sangatta, Wakil Bupati Mahyunadi resmi meluncurkan aplikasi ETAM Kinerja V.1.

Aplikasi ini merupakan akronim dari Evaluasi Terpadu Akuntabilitas dan Monitoring Kinerja Pembangunan Daerah, sebuah instrumen mutakhir yang dirancang untuk memastikan pembangunan di Kutai Timur berjalan transparan dan terukur.

Wabup Mahyunadi menegaskan bahwa ETAM Kinerja bukan sekadar aplikasi pelaporan biasa. Bagi pimpinan daerah, aplikasi ini berfungsi sebagai “mata digital” yang memantau kinerja setiap perangkat daerah secara langsung (real time).

“Melalui dashboard pimpinan, saya dapat melihat langsung capaian realisasi fisik dan keuangan, progres pekerjaan, hingga kendala di lapangan. Semuanya tersaji secara aktual,” tegas Mahyunadi di sela kegiatan yang juga dihadiri Ketua DPRD Kutim, Jimmi.

Fokus utama dari aplikasi berbasis website ini adalah memastikan 50 Program Unggulan Bupati dan Wakil Bupati Kutai Timur berjalan sesuai rencana. Mahyunadi menilai, keakuratan data sangat krusial sebagai dasar pengambilan keputusan yang cepat dan tepat.

“Program unggulan ini adalah janji kami kepada masyarakat Kutai Timur. Dengan ETAM Kinerja, perwujudannya harus nyata, terukur, dan berkelanjutan. Tidak ada lagi data yang abu-abu,” ucap Wabup.

Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Setkab Kutim, Irma Yuwinda, menjelaskan bahwa setiap Perangkat Daerah (PD) diwajibkan menginput data kinerja mereka masing-masing ke dalam sistem. Menariknya, aplikasi ini akan menampilkan “peringkat kinerja” secara otomatis.

“Setiap PD akan terlihat peringkat kinerjanya. Ini adalah bagian dari transformasi digital yang menjadi kebutuhan strategis tata kelola pemerintahan modern. Bukan lagi pilihan, tapi keharusan,” jelas Irma.

Melalui sinergi dan kolaborasi penggunaan ETAM Kinerja, Pemkab Kutim optimis kualitas pelayanan publik dan percepatan pembangunan di “Negeri Tuah Bumi Untung Benua” akan semakin optimal dan terintegrasi.