Sangatta News – Puluhan anak-anak terlihat ceria, saat mengikuti sosialisasi Sadar Lalu-lintas Anak Usia Dini (SALUD) yang diselenggarakan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) yang berlangsung di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kecamatan Muara Wahau, Jumat (10/10/2025).
Kegiatan yang bertujuan untuk memberikan edukasi dan pemahaman kepada anak-anak akan pentingnya kesadaran berlalu-lintas di jalan ini, menyasar kepada siswa dari Taman Kanak-Kanak (TK) Negeri 2 Muara Wahau. Acara berlangsung cukup meriah dan mendapatkan atensi positif, baik dari siswa, orang tua wali murid maupun pemerintah setempat.
Camat Muara Wahau, Marlianto yang berkempatan hadir dalam kegiatan tersebut memberikan apresiasi kepada jajaran Dishub Kutim yang sudah menghadirkan kegiatan yang baru pertama kali di gelar di Kecamatan Muara Wahau.
“Ini sangat penting untuk menumbuhkembangkan kesadaran anak-anak kita akan pentingnya mengenal rambu dan mematuhi aturan lalu-lintas. Ini menjadi langkah positif dan saya ucapkan terima kasih kepada jajaran Dishub Kutim,” ujarnya.
Mengingat pentingya program SALUD sebagai bekal pentimg bagi generasi penerus, ia juga berharap, agar Dishub kembali menggelar kegiatan serupa di seluruh sekolah. Terutama di Kecamatan Muara Wahau.
Kepala Dishub Kutim, Poniso Suryo Renggono melalui Kepala Seksi Keselamatan Awang Adi Juni Astara mengatakan, program yang menjadi agenda rutin Kementrian Perhubungan ditujukan bagi anak-anak melalui metode bermain sambil belajar.
Program ini bertujuan menanamkan karakter tertib dan budaya keselamatan lalu lintas sejak dini, mengajari anak-anak pengenalan rambu lalu lintas, cara menyeberang yang benar dengan metode 4 T (Tunggu Sejenak, Tengok Kanan, Tengok Kiri, dan Tengok Kanan Lagi) serta pengenalan marka jalan. “Tujuan lain dari kegiatan ini juga membantu untuk membentuk karakter tertib, disiplin dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas sejak usia dini,”ujarnya.
Dalam prakteknya, anak-anak diberikan edukasi melalui permainan dengan pendekatan yang menyenangkan dan interaktif, seperti permainan ular tangga yang diintegrasikan dengan rambu-rambu lalu lintas, agar mudah dipahami. Termasuk simulasi cara menyeberang jalan dan berkendara dengan benar agar anak bisa mengaplikasikan pengetahuannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Kegiatan ini juga bertujuan untuk menginspirasi orang tua agar turut serta menanamkan kesadaran keselamatan di lingkungan sekitar mereka,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala TK Negeri 2 Muara Wahau, Isroatul Khasanah memberikan apresiasi dan berharap agar program SALUD bisa terus dilaksanakan. Harapannya, mampu memberikan edukasi bagi anak-anak terkait pentingnya kesadaran tertib dan patuh terhadap rambu lalulintas di jalan. “Ini kan baru pertama kali di laksanakan di sekolah kami. Dan kami berharap ini terus berkelanjutan,” ucapnya.


Tinggalkan Balasan