Sangatta News – Peran ayah dinilai setara dan sangat penting dalam membentuk karakter serta daya lenting (resiliensi) anak, sekaligus menjadi kunci utama ketahanan keluarga. Penegasan ini disampaikan Kepala Bidang Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kutim, Dina Frihandini, saat membuka Workshop Peningkatan Kapasitas Peran Pengasuhan Keluarga, Rabu (5/11/2025).

“Ayah memiliki peran penting dalam sebuah keluarga bersinergi dan berbagi peran dengan sosok ibu dalam pengasuhan anak, dengan demikian ketahanan sebuah keluarga dapat tercipta. Kehadiran para ayah di sini menunjukkan komitmen yang kuat untuk berperan aktif dalam keluarga,” ujar Dina Frihandini di hadapan peserta.

Dina Frihandini menegaskan bahwa workshop ini diharapkan menjadi gerakan nyata bagi penguatan keluarga di Kutim. Tujuan besarnya adalah agar keluarga menjadi lingkungan pertama yang mampu menumbuhkan anak-anak yang kuat, mandiri, dan tangguh, sejalan dengan visi Pemkab Kutim menuju daerah yang berdaya saing.

Kegiatan yang diikuti perwakilan dari 12 instansi, lembaga, dan sekolah ini berfokus pada pembangunan karakter dan daya lenting anak. DPPPA Kutim melihat forum ayah sebagai wadah strategis untuk bertukar pikiran, berbagi pengalaman, dan mencari solusi terbaik untuk tantangan pengasuhan.

“Melalui Workshop ini, jadikan momentum bahwa ayah hebat melahirkan generasi kuat dan keluarga yang tangguh, yang akan melahirkan bangsa yang maju, serta membantu anak-anak di Kutim menjadi pribadi yang tangguh dan berdaya saing di masa depan,” pesannya.

Lebih jauh, DPPPA berharap akan muncul komunitas ayah yang aktif dan peduli, menjadi agen perubahan dalam membangun keluarga berkualitas, serta mewujudkan visi spiritual bahwa “rumahku adalah surgaku.”

Workshop yang bertema ‘Cyber Hygiene’ ini menghadirkan narasumber Muhammad Ali Husni dari Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) Kabupaten Berau, dan Nurika Nugraheni dari PUSPAGA DPPPA Kutim.