Sangatta News – Lobby kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kutai Timur mendadak berubah menjadi arena bermain yang edukatif pada Kamis (15/1/2026). Sebanyak 80 siswa mungil dari TK Bintang Pertiwi, Desa Sepaso, Kecamatan Bengalon, “menguasai” kantor yang berlokasi di Jalan Prof. Dr. Sudiatmo tersebut untuk mengikuti program Sadar Lalu Lintas Usia Dini (Salud).

Program unggulan hasil inisiasi Kementerian Perhubungan ini bertujuan untuk membangun fondasi karakter generasi muda yang mengutamakan keselamatan dalam bertransportasi sejak dini. Kepala Dishub Kutim melalui Kepala Bidang Pengembangan dan Keselamatan, Murni Irawati, menjelaskan bahwa program SALUD dirancang agar anak-anak tidak hanya sekadar tahu peraturan, tetapi juga memiliki kesadaran mendalam (awareness) terhadap keselamatan diri dan orang lain.

“Kami ingin pesan keselamatan ini sampai ke hati mereka. Melalui SALUD, anak-anak belajar hal-hal krusial seperti cara menyeberang yang benar (3M), mengenali warna lampu lalu lintas, hingga pentingnya mengenakan sabuk pengaman dan helm meskipun hanya perjalanan dekat,” ujar Murni Irawati di sela-sela kegiatan.

Menyadari audiensnya adalah anak-anak usia emas, Dishub Kutim menerapkan pola pendekatan yang sangat atraktif. Tidak ada ceramah panjang yang membosankan; sebagai gantinya, tim keselamatan Dishub menggunakan permainan interaktif simulasi rambu-rambu dengan alat peraga yang menarik.

Ada juga kuis berhadiah untuk memacu keberanian anak-anak dalam bertanya dan menjawab. Anak-anak juga diajak langsung mempraktikkan cara berkendara yang aman dengan gaya yang menyenangkan.

“Pendekatannya harus ceria. Jika anak berani menjawab, kami berikan hadiah sebagai bentuk apresiasi. Hasilnya luar biasa, antusiasme mereka sangat tinggi. Kami juga berterima kasih kepada guru dan orang tua yang ikut mendampingi proses belajar ini,” tambahnya.

Edukasi usia dini dianggap sebagai investasi terbaik untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas di masa depan. Dengan memahami aturan sejak kecil, anak-anak diharapkan tumbuh menjadi pengguna jalan yang disiplin dan santun. Tak jarang, anak-anak yang mengikuti program ini justru menjadi “pengingat” bagi orang tua mereka di rumah ketika melanggar aturan lalu lintas.

Kegiatan SALUD ini membuktikan bahwa menanamkan kedisiplinan tidak harus kaku, melainkan bisa melalui senyum, tawa, dan permainan yang berkesan bagi masa depan mereka.