Sangatta News — Di bawah langit Stadion Kadrie Oening, pada puncak peringatan HUT ke-69 Provinsi Kalimantan Timur (9/1/2026), sebuah prestasi membanggakan kembali diraih Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Pemerintah Kabupaten Kutim resmi dinobatkan sebagai Peringkat Terbaik Dua dalam Panji Keberhasilan Pembangunan Bidang Sektor Koperasi dan UMKM tahun 2025.
Penghargaan bergengsi ini diserahkan langsung Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, kepada Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman. Capaian ini membuktikan bahwa jargon ekonomi kerakyatan di Kutim telah menjelma menjadi kerja nyata yang terukur dan berkesinambungan.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kutim, Teguh Budi Santoso, menegaskan bahwa penghargaan ini adalah buah dari kerja keras memperkuat ekonomi akar rumput sebagai bantalan utama ketahanan sosial daerah. “Keberhasilan ini lahir dari proses panjang dan sinergi semua pihak. Kami mendorong koperasi dan UMKM tumbuh bukan dengan gegap gempita, tetapi melalui pendampingan yang konsisten dan kebijakan yang berpihak,” ujar Teguh.
Strategi yang dilakukan Dinas Koperasi dan UKM Kutim meliputi penguatan koperasi melalui pengawasan berlapis dan penilaian kesehatan lembaga agar tetap patuh dan relevan dengan kebutuhan anggota. Selain itu dilakukan pendampingan UMKM dengan membantu pelaku usaha mikro melalui fasilitasi sertifikasi, pelatihan berjenjang, hingga pendampingan agar mampu “naik kelas” dan berdaya saing global.
Borong Enam Penghargaan Bergengsi
Panji di bidang Koperasi dan UMKM ini melengkapi deretan prestasi gemilang Kutai Timur di tahun penilaian 2025. Total terdapat enam penghargaan yang berhasil dibawa pulang ke Sangatta, di antaranya:
- Terbaik Satu: Bidang Pembangunan Infrastruktur.
- Terbaik Dua: Bidang Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM.
- Terbaik Dua: Bidang Kepemudaan dan Keolahragaan.
- Terbaik Dua: Bidang Pembangunan Investasi Daerah.
- Terbaik Dua: Bidang Pembangunan Perkebunan.
- Terbaik Tiga: Bidang Kesehatan.
Bupati Ardiansyah Sulaiman menyebut deretan penghargaan ini sebagai cermin arah pembangunan Kutim yang kian terfokus. “Ini luar biasa. Tahun ini kita unggul di infrastruktur, yang memang menjadi fokus utama kita untuk menyelesaikan pembangunan fisik di Kutim,” tegas Bupati.
Di balik piala dan sertifikat, Teguh Budi Santoso mengingatkan bahwa tanggung jawab ke depan semakin berat. Menurutnya, pembangunan tidak hanya boleh diukur dari megahnya aspal dan beton, melainkan dari seberapa kokoh ekonomi rakyat ditopang.
Kutai Timur kini tengah menenun fondasi ekonomi yang lebih kuat dari akar rumput, memastikan setiap pelaku usaha kecil dan anggota koperasi menjadi tuan rumah di tanah sendiri.


Tinggalkan Balasan