Sangatta News – Era digitalisasi kependudukan mulai dipacu kencang di Kutai Timur (Kutim). Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kutim kini tengah tancap gas melakukan akselerasi aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) untuk mengurangi ketergantungan masyarakat pada KTP fisik.
Meski tantangan geografis dan infrastruktur internet belum merata, Disdukcapil berkomitmen agar seluruh warga Kutim—bahkan yang berada di pelosok—bisa menikmati kemudahan layanan mandiri secara daring.
Kepala Disdukcapil Kutim, Jumeah, menjelaskan bahwa IKD bukan sekadar memindahkan foto KTP ke ponsel. Program prioritas Pemerintah Pusat ini dirancang untuk mempermudah akses layanan publik sekaligus memperketat keamanan data melalui verifikasi biometrik.
“Dengan IKD, masyarakat tidak perlu lagi khawatir jika KTP fisik tertinggal atau rusak. Layanan mandiri bisa diakses kapan saja dan di mana saja secara aman,” ujar Jumeah saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (29/04/2026).
Hingga saat ini, implementasi IKD di Kutai Timur baru menyentuh angka 10 persen. Rendahnya angka ini diakui Jumeah sebagai dampak dari kondisi wilayah Kutim yang luas dengan infrastruktur pendukung yang belum merata di setiap desa.
Namun, kendala tersebut tidak menyurutkan langkah Disdukcapil. Strategi proaktif pun disiapkan. “Kami menyadari kendala infrastruktur di beberapa wilayah. Oleh karena itu, kami mengejar target melalui program Jemput Bola. Kami ingin memastikan layanan aktivasi ini hadir dan menyasar langsung ke seluruh wilayah di Kutim,” tegas Jumeah.
Guna mendukung percepatan ini, Disdukcapil telah menyiagakan operator khusus di setiap kantor kecamatan. Warga kini tidak perlu jauh-jauh ke Sangatta hanya untuk mengaktifkan identitas digital mereka. Infrastruktur pendukung terus dilengkapi, dibarengi dengan sosialisasi masif kepada masyarakat mengenai manfaat jangka panjang IKD.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat Kutai Timur untuk segera melakukan aktivasi IKD. Cukup kunjungi kantor kecamatan terdekat. Mari kita manfaatkan kemudahan digital ini untuk berbagai keperluan administrasi yang lebih efisien,” tambahnya.


Tinggalkan Balasan