Sangatta News — Ruang Akasia Gedung Serba Guna (GSG) Bukit Pelangi kembali menjadi saksi momen bersejarah. Kali ini, Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, menghadiri langsung prosesi Wisuda Angkatan ke-16 Sarjana Strata Satu (S1) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sangatta, Rabu (15/7/2026).

Di hadapan para wisudawan, orang nomor dua di Pemkab Kutim ini menegaskan bahwa selembar ijazah kelulusan bukanlah akhir dari perjalanan menuntut ilmu. Sebaliknya, hal itu merupakan tiket masuk menuju realitas pertempuran yang sesungguhnya di tengah masyarakat.

Dalam orasi ilmiahnya yang membakar semangat, Wabup Mahyunadi meminta para sarjana baru untuk mengubah pola pikir pascakelulusan. Dunia di luar kampus adalah medan ujian tanpa batas yang bergerak sangat dinamis.

“Saat melangkah keluar dari ruangan ini, Anda tidak sedang meninggalkan dunia pendidikan. Sebaliknya, Anda sedang melangkah masuk ke dalam laboratorium kehidupan yang sesungguhnya. Jadikan perubahan zaman sebagai peluang, bukan sebagai ancaman. Jadilah perekat sosial dan penebar manfaat di tengah masyarakat,” tantang Mahyunadi.

Tak lupa, ia memberikan apresiasi emosional dan penghormatan tertinggi kepada para orang tua wali murid. Menurutnya, kesuksesan akademis para wisudawan hari ini adalah buah manis dari tetesan keringat, pengorbanan, dan doa yang tidak pernah putus dari orang tua.

Senada dengan Wakil Bupati, Ketua STAI Sangatta, Satriah, meluapkan rasa syukur dan bangganya atas keberhasilan melepas angkatan ke-16 ini. Namun, ia mengingatkan bahwa gelar sarjana yang kini melekat di belakang nama para wisudawan mengemban beban moral yang berat kepada publik.

“Keberhasilan hari ini adalah hasil perjuangan, doa, dan kerja keras yang panjang. Bukan hanya dari diri Anda sendiri, tetapi juga dari orang tua, dosen, dan orang-orang yang mencintai Anda. Ingat, ada tanggung jawab moral besar yang kini kalian pikul di masyarakat,” pesan Satriah secara mendalam.

Sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras selama masa perkuliahan, prosesi wisuda angkatan ke-16 ini ditutup dengan momen spesial. Wabup Mahyunadi naik ke atas panggung untuk menyerahkan piagam penghargaan secara langsung kepada beberapa mahasiswa yang berhasil menorehkan prestasi gemilang dan keluar sebagai lulusan dengan predikat nilai terbaik (Cuma Laude).