
(dok:jamal/sangattanews)
KUTIM – Belakangan ini, beredar banyak laporan di media sosial terkait BBM oplosan yang menyebabkan banyak kendaraan, khususnya sepeda motor, mengalami mati mendadak. Menanggapi hal tersebut, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Timur (Kutim) melakukan inspeksi mendadak (sidak) di SPBU yang terletak di depan Mall di Jalan Yos Sudarso 2, pada Selasa, 8 April 2024. Sidak tersebut dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Disperindag Kutim dan Polres Kutai Timur.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Timur, Nora Ramadani, dalam wawancaranya dengan awak media, mengimbau agar warga yang menemukan kecurigaan terkait BBM oplosan segera melaporkannya kepada pihaknya.
“Pak Bupati berpesan kepada kami agar jika ada korban, segera ditindaklanjuti dengan membawa bukti, seperti tempat pembelian BBM tersebut. Hal ini akan memudahkan kami untuk turun langsung mengecek ke lokasi,” ujar Nora.
Ia juga menambahkan bahwa kejadian serupa tidak hanya terjadi di SPBU yang ada di Sangatta, melainkan juga di luar daerah. “Saya juga mendengar informasi terkait fisik BBM tersebut, namun menurut penjelasan dari Bupati, pengisian BBM yang bermasalah tersebut tidak hanya terjadi di SPBU Sangatta, tetapi juga di Samarinda, meskipun pengendaranya berasal dari Sangatta,” jelasnya.
Di akhir wawancara, Nora menyampaikan bahwa kejadian serupa juga dilaporkan terjadi di berbagai daerah, tidak hanya di Sangatta. “Ini bukan hanya masalah di Sangatta saja, tetapi juga di Samarinda, Balikpapan, bahkan di luar Pulau Jawa. Hal ini menunjukkan bahwa masalahnya bisa saja terkait dengan kualitas BBM yang diproduksi oleh Pertamina atau kemungkinan adanya masalah dengan mobil tangki yang mengangkutnya. Oleh karena itu, Bupati Kutai Timur menginstruksikan agar kendaraan tangki pengangkut BBM diperiksa sebelum memasuki wilayah Sangatta,” tambahnya.


Tinggalkan Balasan