Foto Jimmy Ketua DPRD Kutim
(dok: Jamal/Sangattanews)

Sangatta – Ketua DPRD Kutai Timur, Jimmy, ST, angkat bicara menanggapi polemik seputar Panitia Kerja (Panja) terkait sengketa lahan antara masyarakat dan perusahaan di wilayah Karangan dan Telen.

Saat di temui di sela sela kesibukanya, pada Rabu, 16 April 2025 Menurut Jimmy, hingga saat ini belum ada pembentukan resmi Panja, baik dalam bentuk susunan keanggotaan maupun surat keputusan dari DPRD.

“Yang ada hanya dua usulan hearing, masing-masing dari Karangan dan Telen. Keduanya diajukan oleh ketua komisi yang juga mengusulkan dibentuknya Panja. Kalau seperti itu, menurut saya tidak perlu ada Panja—cukup ditangani oleh komisi langsung,” ujar Jimmy dengan nada tegas.

Jimmy menambahkan bahwa hingga kini belum ada nama-nama resmi yang diajukan sebagai anggota Panja, maupun revisi struktur yang disahkan secara kelembagaan.

“Kunjungan hari ini hanya merupakan agenda komisi. Bukan kunjungan Panja, karena Panja-nya sendiri belum terbentuk,” jelasnya.
Terkait adanya penolakan dari masyarakat terhadap pergantian pimpinan Panja, Jimmy menilai hal itu disebabkan oleh miskomunikasi. “Yang ditolak itu apa? Ketua Panja-nya saja belum ada. Jadi belum ada yang perlu ditolak. Ini mungkin karena warga belum mendapat informasi yang utuh,” katanya.

Menanggapi pernyataan salah satu anggota DPRD yang menyebut sudah memberikan ‘tolak angin’ kepada ketua agar tetap fit, Jimmy menanggapinya dengan santai. “Makanya saya bilang, yang masuk angin siapa, ya dia saja yang minum,” ucapnya sambil tertawa kecil.

Polemik ini muncul setelah rencana kunjungan ke lokasi sengketa mendadak diubah tanpa konfirmasi kepada Panja sebelumnya, yang disebut-sebut dipimpin oleh Muhammad Ali. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada keputusan kolektif dari DPRD mengenai struktur dan susunan resmi Panja baru.