Gambar peserta dan pelaksana kegiatan
(Dok:Jamal)

SangattaNews – Merayakan Hari Kartini tidak selalu harus dengan kebaya dan bunga melati. Di tangan Komunitas Kutim Muda Inovatif (KMI), semangat emansipasi justru dituangkan lewat guratan pensil dan warna-warna mode.

KMI menggelar workshop unik bertajuk ‘Mengilustrasikan Emansipasi dalam Fashion Ilustrasi’ sebagai bagian dari peringatan Hari Kartini, Senin (21/4/2025), di Gedung Serbaguna Bukit Pelangi, Sangatta, Kalimantan Timur.

Sebanyak 50 peserta dari berbagai kecamatan di Kabupaten Kutai Timur turut ambil bagian. Workshop ini menjadi ruang kreatif yang mempertemukan anak-anak muda dengan minat besar di bidang fashion dan ilustrasi—dua dunia yang kini kian bertumbuh di tengah era industri kreatif.

Jusmiati, pengawas kegiatan mengungkapkan, tak sekadar belajar menggambar, para peserta juga dibekali materi tentang pengenalan identitas diri, pemilihan personal colour, serta teknik dasar dalam ilustrasi mode. Dengan pendekatan inklusif, kegiatan ini dirancang untuk mengembangkan bakat sekaligus memberdayakan generasi muda lewat jalur desain dan kriya fashion.

Workshop ini merupakan hasil kolaborasi lintas komunitas di Kutai Timur. Ia berharap, kegiatan serupa bisa menjadi agenda rutin yang menjangkau wilayah lebih luas. “Harapan kami, kegiatan seperti ini tidak berhenti di Sangatta dan melibatkan lebih banyak komunitas lainnya. Ke depan, kami ingin agar setiap kecamatan di Kutim bisa turut merasakan manfaatnya,” ujar Jusmiati.

Sementara itu, Yusi Nudya, yang hadir sebagai mentor, menekankan pentingnya pelatihan semacam ini dalam membentuk generasi muda yang kompeten, kreatif, dan mampu bersaing baik di kancah lokal maupun global.

“Ini adalah wujud kepedulian kami terhadap teman-teman yang kreatif, khususnya di bidang kriya dan fashion. Dengan pelatihan seperti ini, kita bisa membentuk sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu bersaing di dunia desain fashion,” jelas Yusi.

“Pelatihan ini bukan sekadar ajang seru-seruan. Ini adalah wujud kepedulian kami terhadap teman-teman kreatif di bidang kriya dan fashion. Kita ingin menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan punya daya saing di dunia desain fashion,” tambah Yusi.

Melalui kegiatan ini, KMI tak hanya merayakan sosok Kartini dalam bingkai sejarah, tetapi juga menghidupkan semangat emansipasi versi masa kini—di mana kaum muda diberi ruang untuk tumbuh, berekspresi, dan membawa perubahan lewat karya kreatif.