Kutim.SangattaNesw– Delegasi Indonesia, Handi Wijaya putra daerah Kutai Timur (Kutim), Kalimatan Timur, kembali masuk dalam daftar kandidat juara dalam ajang bergengsi Asia Youth Green Summit (AYGS) yang akan digelar di Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta, pekan depan, 3-4 Mei 2025.

Handi sebelumnya dinobatkan sebagai juara 1 Best Speaker dalam ajang International Youth Innovation Summit (IYIS) 2025 yang dilaksanakan Maret lalu di Kuala Lumpur, Malaysia. Di ajang AYGS kali ini, ia kembali memiliki peluang untuk memberikan gelar juara.

Mahasiswa Program Marketing Communication Universitas Bina Nusantara ini, akan kembali beradu gagasan dengan perwakilan dari berbagai negara di kawasan Asia Pasifik, seperti Kamboja, Myanmar, Vietnam, Brunei Darussalam, Uzbekistan, Timur Leste, Malaysia dan beberapa negara yang lain terkait kreatifitas dan inovasi pembangunan berkelanjutan.

“Terpilihnya saya sebagai delegasi Indonesia dalam AYGS 2025 adalah sebuah kebanggaan besar. Saya berharap bisa berbagi pengalaman dan belajar dari para peserta lainnya untuk memperkuat upaya kita dalam menciptakan perubahan positif terhadap lingkungan, tidak hanya untuk Indonesia, tapi juga untuk Asia dan dunia,” ujar Handi Wijaya.

Dengan latar belakang sebagai pemerhati lingkungan, Handi telah banyak membuat terobosan yang sangat berdampak posistif terhadap masyarakat Kutai Timur. Gerakan 1000 Tumbler serta terobosan bersih-bersih kolektif merupakan dua dari sekian program yang ia laksanakan.

“Keberlanjutan lingkungan bukan hanya soal pelestarian alam, tetapi juga soal memberikan solusi yang dapat membawa manfaat bagi masyarakat, terutama yang berada di daerah-daerah yang lebih rentan terhadap kerusakan lingkungan,” tambah Handi.

Dari beberapa kegiatan yang dilakukannya, Handi berharap agar pemuda se-Kutai Timur mampu melakukan hal yang sama tentunya melalui sinergi dengan semua pihak termasuk Pemerintah Daerah Kutai Timur.

“Keberhasilan ini bukan hanya milik saya, tetapi juga milik seluruh pemuda Indonesia yang berkomitmen untuk memperbaiki lingkungan kita. Saya berharap pemerintah dapat memberikan lebih banyak ruang dan dukungan bagi pemuda-pemuda yang berinovasi dalam menciptakan perubahan positif. Pemuda adalah agen perubahan yang sangat potensial, dan dengan dukungan yang tepat, kita dapat bersama-sama menghadapi tantangan lingkungan yang ada,” ujar Handi.