Sangatta News – Setelah sekian lama menanti, warga Kabo dan Sangkima di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) akhirnya bisa menikmati aliran air bersih langsung dari keran rumah mereka. Pada Senin (2/6/2025), Instalasi Pengolahan Air (IPA) di dua wilayah ini resmi dioperasikan, sebuah momen yang disambut hangat oleh masyarakat dan para pemangku kepentingan.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutim, Jimmi, menyebut peresmian IPA ini sebagai bukti konkret bahwa pemerintah tidak sekadar berjanji, tapi juga menepati. Menurutnya, kebutuhan dasar seperti air bersih adalah hak utama warga yang harus dijamin keberlangsungannya.

“Ini adalah bentuk nyata dari komitmen pemerintah untuk memenuhi kebutuhan dasar warga, khususnya masyarakat Kutai Timur. Bukan wacana, tapi sudah diwujudkan tahun ini,” ujar Jimmi usai menghadiri peresmian.

Jimmi juga mengungkapkan bahwa dua IPA yang telah beroperasi ini hanyalah langkah awal. Menyusul dalam waktu dekat, kata dia, akan ada peresmian IPA di wilayah Kaubun dan beberapa titik lainnya. “Kami optimis, upaya seperti ini akan terus diperluas. Harapannya, seluruh wilayah Kutim bisa mendapatkan akses air bersih yang layak dan berkelanjutan,” katanya.

Jimmi berharap, keberadaan fasilitas IPA ini dapat memberikan kontribusi besar bagi pertumbuhan daerah. “Fasilitas untuk penyediaan kebutuhan dasar manusia di Kabupaten Kutai Timur, itu bisa dapat terpenuhi terutama dalam penyediaan air bersih,” katanya.

Air Bersih Fondasi Pembangunan Daerah

Lebih dari sekadar urusan mandi dan memasak, Jimmi melihat air bersih sebagai fondasi utama pertumbuhan daerah. Dengan terpenuhinya kebutuhan dasar ini, masyarakat bisa hidup lebih sehat, produktif, dan pembangunan bisa berjalan lebih merata.

“Fasilitas seperti ini bukan hanya menyuplai air, tapi juga mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, termasuk Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ungkapnya. Ia juga menekankan pentingnya modernisasi sistem penyediaan air, agar pelayanan tidak hanya sekadar ada, tetapi juga optimal dan berkelanjutan.

Jimmi mengajak semua pihak—baik pemerintah, mitra kerja, maupun masyarakat—untuk bersama-sama menjaga dan mendukung keberlanjutan fasilitas ini. Ia percaya, ketika infrastruktur dikelola dengan baik dan pelayanan ditingkatkan, dampak positifnya akan terasa nyata di tengah masyarakat.

“Ini bukan akhir, tapi justru awal dari peningkatan kualitas hidup masyarakat Kutai Timur. Kita ingin melihat daerah-daerah lain juga merasakan manfaat yang sama, bahkan lebih baik,” jelasnya.

Dengan diresmikannya IPA Kabo dan Sangkima, Kutim mencatatkan satu lagi langkah maju dalam membangun infrastruktur dasar yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan rakyat. Kini, air bersih bukan lagi mimpi bagi warga—melainkan kenyataan yang mengalir setiap hari. (Ainun)