Sangatta News –  Kembali atlet asal Kutai Timur menorehkan prestasi. Dalam ajang World Pickleball Championship (WPC) Bali 2025 se-Asia, kontingen Indonesia Pickleball Federation (IPF) Kutai Timur berhasil menyabet empat medali perak, membuktikan ketangguhan atlet daerah di panggung internasional.

Kejuaraan yang berlangsung di Sanur, Bali, pada 22-27 September 2025 itu diikuti 12 negara Asia dan menjadi salah satu ajang kompetitif paling bergengsi tahun ini. Atlet-atlet IPF Kutim tampil meyakinkan di berbagai divisi, mempersembahkan medali dari kategori ganda dan tunggal.

Medali pertama datang dari nomor Mens Double 60+ divisi Intermediate. Pasangan Joni Marhenriyanto dan Irwansyah, yang merupakan andalan IPF Kutim, sukses melaju hingga final sebelum akhirnya meraih posisi runner-up.

Sementara itu, dua medali lainnya disumbangkan oleh atlet putri Ester Pasangka, yang tampil luar biasa di nomor Women Single 50+. Ia meraih medali perak di dua divisi berbeda, yakni divisi Open dan Advanced, mencatatkan namanya sebagai salah satu pemain tunggal putri paling konsisten dalam kejuaraan tersebut.

“Sebuah kebanggaan bisa membawa nama Kutai Timur di level Asia. Prestasi ini adalah buah dari kerja keras atlet dan dukungan semua pihak,” ujar H. B.B. Partomuan, Manajer IPF Kutim.

Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung, termasuk Ketua KONI Kutai Timur Rudi Hartono, Ketua IPF Kutim H. Arfan, serta Wakil Ketua IPF Kutim Noor Hadi Syaputra. “Kami sangat bersyukur atas hasil ini. Setelah seminggu penuh bertanding, kami butuh waktu istirahat sebelum mulai persiapan untuk event selanjutnya,” tambah Partomuan.

Partisipasi IPF Kutim di ajang WPC 2025 bukan hanya menandai pencapaian teknis, tetapi juga memperkuat posisi Kutai Timur sebagai salah satu kekuatan baru dalam olahraga pickleball nasional.

Keberhasilan ini diharapkan menjadi pemicu semangat bagi atlet-atlet muda lainnya di Kutim untuk terus berlatih dan bersaing di panggung nasional maupun internasional. Dengan pembinaan yang berkelanjutan dan dukungan yang konsisten, prestasi serupa sangat mungkin terulang di masa depan.