Sangatta – Sekitar 600 calon siswa di Sangatta Utara dan Sangatta Selatan tidak tertampung di sekolah negeri saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2025. Hal ini terjadi karena jumlah ruang kelas yang masih terbatas, terutama di tingkat SMA dan SMK.

Menanggapi hal ini, anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Arfan, menyampaikan bahwa pihaknya kini fokus pada penyelesaian masalah pendidikan, khususnya penambahan Ruang Kelas Baru (RKB).

“Waktu PPDB kemarin banyak siswa yang tidak tertampung karena ruang kelasnya kurang. Sekitar 600 siswa di Sangatta tidak bisa masuk,” kata Arfan saat reses di Teluk Prancis, Minggu (6/7/2025).

Sebagai langkah cepat, ia menyarankan agar pemerintah menambah rombongan belajar (rombel) agar lebih banyak siswa bisa diterima.

“Penambahan rombel ini penting, terutama di Sangatta Utara, Bengalon, dan Sangkulirang. Daerah-daerah ini sudah masuk program Gubernur,” tambahnya.

Arfan juga menjelaskan bahwa program pendidikan gratis yang dikenal dengan sebutan “gratis pol” merupakan janji politik Gubernur Kaltim yang kini jadi prioritas anggaran. Karena itu, DPRD punya ruang terbatas untuk menambah anggaran di sektor lainnya.

“Anggaran pendidikan saat ini memang lebih banyak untuk program ‘gratis pol’, jadi ruang kami di DPRD untuk alokasi tambahan agak terbatas,” ujarnya.(vany)