Sangatta News — Empat Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) resmi menerjunkan diri ke Jawa Timur untuk menjalani Visitasi Kepemimpinan Nasional. Kegiatan lapangan ini merupakan bagian krusial dari program Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan X Tahun 2026 yang diarsiteki oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI melalui Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Pelayanan Publik (Pusjar SKPP).

Rangkaian godokan kepemimpinan ini sejatinya sudah bergulir sejak Juni lalu dan akan terus berlanjut lewat visitasi lapangan terukur di Jawa Timur hingga September 2026 mendatang.

Kehadiran rombongan yang tergabung dalam total 65 peserta PKN Tingkat II ini disambut langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, mewakili Gubernur di Ruang Bhinaloka Adhikara, Kantor Gubernur Jatim, Senin (6/7/2026).

Adhy Karyono mengapresiasi keputusan LAN RI memilih Jawa Timur sebagai laboratorium pembelajaran lapangan. Ia berharap momen ini menjadi ajang tukar pengalaman untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan aparatur sipil negara (ASN).

“Semoga melalui kunjungan lapangan ini para peserta memperoleh pengalaman, wawasan, serta praktik-praktik terbaik (best practices) yang dapat diadaptasi dan diterapkan di daerah masing-masing untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan,” tutur Adhy Karyono.

Untuk meng-upgrade kualitas tata kelola di Kutim, Pemkab mengirimkan empat figur strategis lintas sektor yakni Trisno (Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat), Ronny Bonar H. Siburian (Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian / Diskominfo Staper), dr. Yuwana (Kepala Dinas Kesehatan) serta Jainuddin (Sekretaris DPRD Kutai Timur).

Mewakili para peserta, Kepala Diskominfo Staper Kutim, Ronny Bonar H. Siburian, menegaskan bahwa PKN II ini menjadi ruang penting bagi para birokrat untuk menanggalkan ego sektoral dan memperluas kolaborasi.

“Pelatihan kepemimpinan ini menjadi ruang untuk tumbuh bersama, saling membangun, bertukar pengalaman, serta bekerja sama menjadi pribadi dan pemimpin yang lebih baik,” kata Ronny.

Pendamping visitasi dari BPSDM Provinsi Kalimantan Timur, Sugeng Choiruddin, menggarisbawahi bahwa agenda di Jatim ini memiliki target output yang sangat ketat, bukan sekadar pelesiran dinas.

“Pada intinya, studi yang kita lakukan bukan sekadar studi banding. Yang paling penting adalah mengetahui apa yang sudah berjalan dengan baik, memahami berbagai kendala yang dihadapi, kemudian menemukan solusi yang dapat diterapkan di instansi masing-masing,” urai Sugeng.

Nantinya, gabungan teori kelas dan temuan riil di lapangan wajib dirumuskan oleh para peserta ke dalam bentuk policy brief yang aplikatif. Rekomendasi kebijakan ini ditargetkan mampu mendongkrak daya saing daerah, memperkuat pertumbuhan ekonomi, hingga mendorong pengembangan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Industri Kecil Menengah (IKM) agar lebih kompetitif.

Sebagai informasi, 65 peserta PKN II ini disebar ke dalam empat kelompok visitasi yang mencakup titik-titik pusat inovasi di Jawa Timur, yaitu Surabaya, gresik, Lamongan, dan Sidoarjo. Khusus untuk delegasi Kutim, mereka tergabung dalam Kelompok Visitasi IV yang berbasis di Kabupaten Gresik.