Sangatta News – Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman membuka workshop pengembangan kompetensi guru PAUD secara mandiri yang digelar Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Kabupaten Kutai, Minggu (15/02/2026).
Acara yang digelar sehari penuh di Gedung Serba Guna (GSG) Bukit Pelangi, Kawasan Pemerintahan Sangatta Utara, tersebut juga dihadiri Bunda PAUD Kutim, Siti Robiah Ardiansyah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutim serta ratusan peserta Workshop.
Bupati Ardiansyah, di hadapan ratusan guru yang berasal dari berbagai kecamatan ini mengatakan, peningkatan kualitas guru PAUD sangat penting, mengingat pendidikan anak usia dini kini telah menjadi bagian dari program wajib belajar 13 tahun. Pemerintah pun memastikan tidak ada ketimpangan fasilitas bagi satuan pendidikan yang terdaftar di Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
“Ini adalah satu agenda mandiri yang dikerjakan oleh Himpaudi dengan dukungan berbagai sponsor. Workshop ini memberikan pencerahan kekinian, karena diisi oleh pemateri yang ahli sekaligus influencer pendidik, Fafa Ahfar sehingga diharapkan memicu inovasi luar biasa dari para guru,” ujar Bupati.
Orang nomor satu di Pemkab Kutim itu menambahkan, untuk menunjang program pendidikan nasional, setiap desa di Kutai Timur saat ini diwajibkan memiliki sarana PAUD. Ia juga menegaskan bahwa seluruh satuan pendidikan termasuk PAUD akan mendapatkan perlakuan dan sarana prasarana yang setara dari Pemerintah Daerah. “Selama mereka masuk dalam Dapodik, pasti akan mendapatkan perlakuan dan pelayanan yang sama dari pemerintah pusat maupun daerah,” paparnya.
Sebelumnya, Ketua Panitia Pelaksana, Nasimul Husniah menjelaskan, workshop yang mengusung tema “Mengajar Lebih Bermakna, Membangun Kompetensi Guru Dengan Pendekatan Pembelajaran Mendalam” itu bertujuan untuk memberikan penyegaran metode pembelajaran sekaligus memotivasi para pendidik dalam menghadapi tantangan zaman modern.
“Harapan kita semua, ilmu yang diberikan menjadi bekal bagi guru-guru PAUD untuk menghasilkan anak didik yang kreatif, memiliki daya saing tangguh dan berani membela kebaikan. Kita ingin menumbuhkan anak-anak yang cerdas dan hebat untuk memimpin Kutai Timur ke depannya,” kata Nasimul.


Tinggalkan Balasan