Sangatta News – Bupati Kutai Timur (Kutim) H Ardiansyah Sulaiman meletakkan batu pertama pembangunan Gerai dan Gudang Koperasi Desa Merah Putih di Desa Singa Gembara, Kecamatan Sangatta Utara, Jumat (17/10/2025). Acara ini menandai tonggak awal gerakan ekonomi baru yang berakar dari desa, sekaligus menjadi bagian dari peluncuran serentak 800 koperasi serupa di seluruh Indonesia.
Gerakan ini menindaklanjuti Program Nasional Koperasi Desa Merah Putih yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto pada Juli 2025, yang menargetkan pendirian 80.000 koperasi desa. Di Kutim, Koperasi Desa Merah Putih bukan hanya proyek ekonomi, melainkan gerakan moral untuk membangkitkan kemandirian rakyat, sejalan dengan visi Pemkab Kutim yang menempatkan ekonomi kerakyatan sebagai poros pembangunan daerah.
Acara peletakan batu pertama ini disaksikan secara daring bersama Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Yanri Sutanto, Menteri Koperasi dan UKM Ferry Juliantono, serta Ketua Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana. Semua pihak menegaskan arah baru pembangunan nasional menguatkan ekonomi rakyat dari akar rumput dan memperkokoh ketahanan bangsa lewat pemberdayaan desa.
Bupati Ardiansyah Sulaiman menegaskan bahwa pembangunan Koperasi Desa Merah Putih adalah upaya untuk mendorong masyarakat agar mandiri, berdaya, dan mampu menciptakan lapangan kerja sendiri. “Pembangunan ekonomi harus dimulai dari desa. Melalui koperasi, kita dorong masyarakat agar mandiri, berdaya, dan mampu menciptakan lapangan kerja sendiri. Koperasi Merah Putih ini adalah gerakan moral sekaligus gerakan ekonomi rakyat,” ujarnya.
Ia menambahkan, program ini bersinergi dengan visi Pemkab Kutim, mendorong koperasi menjadi wadah kolaborasi bagi pelaku UMKM untuk tumbuh bersama dan meningkatkan kesejahteraan yang merata.
Soko Guru Ekonomi Pedesaan
Ardiansyah berharap, Koperasi Desa Merah Putih kelak akan menjadi soko guru ekonomi pedesaan, penggerak struktur ekonomi yang tangguh, serta pilar kemandirian masyarakat. “Dengan koperasi, kita perkuat ekonomi rakyat. Harapan saya, dari desa seperti Singa Gembara inilah akan lahir kemandirian ekonomi yang memberi kontribusi besar bagi kemajuan Kutim,” tambahnya.
Kepala Desa Singa Gembara, Amriani Kassa, menyampaikan rasa syukur desanya dipercaya sebagai salah satu titik pelaksanaan program nasional ini. “Kami sangat bangga dan berterima kasih. Semoga koperasi ini menjadi sarana bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi desa, membuka peluang usaha, dan meningkatkan kesejahteraan anggota dan warga desa,” ujarnya.
Kehadiran unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kutim, termasuk Komandan Kodim 0909/Kutim Letkol Arh Ragil Setyo Yulianto dan Danlanal Sangatta Letkol Laut (P) Fajar Yuswantoro, menandai dukungan penuh terhadap gerakan “Dari Desa untuk Indonesia.” Ini mencerminkan kesadaran baru bahwa pembangunan bangsa berawal dari desa yang berdaya, membangun Indonesia dari akar terdalamnya.


Tinggalkan Balasan