Sangatta News – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman menekankan bahwa setiap anak bangsa memiliki tanggung jawab sama dalam menjaga dan membela negara yang bertujuan untuk menghadirkan rasa keadilan dan kedamaian.

“Hak dan kewajiban itu melekat pada hati dan jiwa setiap warga negara, apapun profesi dan peran warga negara dalam kehidupan sehari-hari, tidak ada batasan profesi dalam menjaga dan membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ucap Bupati Ardiansyah saat menghadiri pelantikan Dewan Pimpinan Gerakan Bela Negara Membangun Indonesia (GBN-MI) Kutim, Ruang Akasia, GSG, Bukit Pelangi, Sangatta, Senin (20/10/2025).

Orang nomor satu di Kutim itu menaruh harapan besar terhadap hadirnya GBN-MI yang menjadi instrumen penting dalam membantu menjaga kedaulatan negara. Untuk itu, perlu adanya kontribusi positif baik yang di lakukan oleh pemerintah, swasta dan masyarakat.

“Saya berharap bekal dari Diklat Pembinaan Kesadaran Bela Negara yang sudah peroleh dapat menjadi pendorong bagi kemajuan Kabupaten Kutai Timur, dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi persatuan bangsa,” harapnya.

Sementara itu, Kolonel Wahyu Jati Purnawan perwakilan Direktur Jenderal Potensi Pertahanan (Dirjen Pothan) Kementerian Pertahanan, menekankan peran penting kader GBM-NI dalam membantu masyarakat, yang berfokus pada penguatan ketahanan nasional secara nonmiliter. Peran ini diwujudkan melalui pembentukan karakter, penyebaran nilai-nilai kebangsaan, dan aksi nyata yang relevan dengan profesi masing-masing.

“Saya berharap hasil yang sudah di dapatkan, dapat menjadi referensi penting bagi para peserta sosialisasi pembinaan kesadaran bela negara, khususnya yang ada di wilayah Kabupaten Kutai Timur,” ujar Wahyu.

Ia juga berpesan agar para kader menjadi teladan di lingkungannya. Selain itu menurutnya, Para kader bela negara mempunyai peran penting dalam memperluaskan nilai-nilai dasar bela negara kepada lingkungannya masing-masing.  “Nilai-nilai bela negara dalam kehidupan sehari-hari menjadi hal penting guna mewujudkan Gerakan Nasional Bela Negara,” pungkasnya.

Kegiatan ini merupakan rangkaian akhir dari pelatihan dan pelantikan kader GBN-MI Kalimantan Timur dan Dewan Pimpinan GBN-MI Kutai Timur. Kegiatan yang mengusung tema “Kutai Timur Siap Bela Negara” ini dilaksanakan selama tiga hari, mulai 18 hingga 20 Oktober 2025 yang berlangsungdi Hotel Royal Victoria, Sangatta.

Hadir pada pelantikan yang diikuti 175 kader itu, di antaranya Wakil Bupati Kutim Mahyunadi, Dewan Perwakilan Provinsi serta hadir unsur Forkopimda, serta undangan lainya.