Sangatta News – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) terus memacu akselerasi pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di seluruh wilayahnya. Dari total target 141 unit yang tersebar di 139 desa dan dua kelurahan, sebanyak 24 bangunan KDKMP dinyatakan telah rampung 100 persen.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Diskop UKM) Kutim, Marhadyn, mengonfirmasi bahwa puluhan gedung yang telah siap berdiri tersebut tersebar di berbagai wilayah strategis, mulai dari Desa Singa Gembara, Kandolo, Sangkima, Teluk Pandan, Swarga Bara, hingga Muara Bengalon.

“Sisanya masih terus berproses di lapangan dengan progres fisik yang menunjukkan peningkatan signifikan,” ujar Marhadyn, Senin (03/08/2026).

Berdasarkan data rekapitulasi Diskop UKM Kutim, sebaran pengerjaan proyek KDKMP di belasan kecamatan menunjukkan siap finishing (91–99%)  mencapai 7 titik lokasi, progres menengah-tinggi (61–90%) sudah mencapai 30 titik lokasi, progres menengah (41–60%) 23 titik lokasi, sementara yang baru mengalami progres awal hingga 40% mencapai 27 titik lokasi dengan konsentrasi terbesar pada rentang 31–40% sebanyak 19 titik.

“Kami terus memantau ketat setiap jengkal progres fisik di lapangan agar seluruh target gedung ini bisa segera diserahterimakan dan dimanfaatkan warga,” tegasnya.

Menjawab kelambatan progres di sejumlah titik, Marhadyn membeberkan bahwa Pemkab Kutim kini menerapkan mekanisme seleksi lokasi yang jauh lebih ketat. Langkah ini diambil untuk mengevaluasi sekaligus mengoreksi pola pembangunan masa lalu yang kerap menempatkan fasilitas publik di area terisolasi.

Dalam penentuan lahan baru, Diskop UKM Kutim melibatkan personel TNI sebagai pendamping verifikasi lapangan. “Sekarang penetapan lokasi benar-benar diseleksi ketat agar berada di titik yang strategis dan mudah dijangkau masyarakat. Kita tidak ingin lagi ada bangunan KDKMP yang berdiri di tempat yang tidak efektif seperti di tengah hutan, area persawahan, atau lokasi yang sulit diakses transportasi,” ujar Marhadyn.

Pemkab Kutim menegaskan bahwa KDKMP diproyeksikan sebagai pusat integrasi layanan ekonomi desa, bukan sekadar aset fisik semata. Koperasi ini nantinya dirancang untuk menjalankan sejumlah fungsi vital sebagai motor penggerak ekonomi dengan menjadi wadah penyaluran usaha mikro dan komoditas lokal desa.

KDKMP juga akan menjadi sentra penyaluran berbagai program bantuan dan intervensi sosial dari pemerintah pusat. Selain itu juga mempermudah warga pelosok dalam mengakses berbagai fasilitas publik secara efisien dan terintegrasi dalam satu pintu.