Sangatta News — Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda kembali memicu krisis transportasi udara skala masif di Indonesia. Sebaran abu vulkanik (volcanic ash) pekat yang melayang hingga ke ruang udara Jawa bagian barat memaksa otoritas penerbangan menghentikan sementara operasional 8 bandara strategis, termasuk gerbang utama penerbangan nasional, Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta).
Hingga Minggu (6/9/2026) sore, hempasan material vulkanik ini telah melumpuhkan ratusan jadwal penerbangan dan menyebabkan puluhan ribu penumpang terlantar di berbagai terminal.
Berdasarkan data Direktorat Meteorologi Penerbangan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) per pukul 14.00 WIB, wilayah penutupan ruang udara (airspace closure) meluas ke delapan titik bandara di Banten, Jawa Barat, Jakarta, hingga Lampung.
Penutupan ini mengacu pada hasil pengujian paper test dari Stasiun Meteorologi Kelas I Soekarno-Hatta yang mengonfirmasi hasil positif indikasi sebaran abu vulkanik yang sangat membahayakan mesin pesawat.
| Kode Bandara | Nama Bandar Udara | Periode Penutupan Sementara (WIB) |
| CGK | Soekarno-Hatta (Tangerang) | 02.08 – 17.30 WIB (Dapat Diperpanjang) |
| HLP | Halim Perdanakusuma (Jakarta) | 07.20 – 18.00 WIB |
| TKG | Radin Inten II (Lampung) | 04.18 – 14.00 WIB |
| BDO | Husein Sastranegara (Bandung) | 12.07 – 16.00 WIB |
| RTO | Budiarto Curug (Tangerang) | 06.48 – 17.30 WIB |
| PCB | Pondok Cabe (Tangerang Selatan) | 10.05 – 14.00 WIB |
| TFY | Taufik Kiemas (Pesisir Barat) | 11.30 – 15.00 WIB |
| PXA | Atung Bungsu (Pagar Alam) | 13.34 – 17.00 WIB |
Direktur Meteorologi Penerbangan BMKG, Achadi Subarkah Raharjo, memberikan konfirmasi bahwa durasi penutupan masih sangat dinamis. “Masih bisa diperpanjang, karena abu vulkanik teramati positif,” tegas Achadi.
Sebagai hub penerbangan terbesar, dampak paling parah terpusat di Bandara Soekarno-Hatta. Data terbaru dari pengelola bandara mencatat setidaknya akumulasi 301 penerbangan terdampak hingga Minggu siang. Angka tersebut terdiri atas 233 penerbangan domestik, 58 penerbangan internasional, serta 10 penerbangan kargo.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara (Dirjen Hubud) Kemenhub, Lukman F. Laisa, mengonfirmasi bahwa sebanyak 22.798 penumpang terdampar akibat penundaan (delay), pembatalan (cancellation), maupun pengalihan rute.
Di area landasan, sebanyak 170 pesawat terpaksa parkir dan dikandangkan (Remain Over Night/RON) di area apron dalam kondisi aman, tersebar di Terminal 1 (66 unit), Terminal 2 (51 unit), Terminal 3 (49 unit), dan Terminal Kargo (4 unit).
Menghadapi ribuan calon penumpang yang tertahan di selasar dan area tunggu bandara, pengelola Bandara Soetta bersama jajaran maskapai mengaktifkan skema pemulihan pelayanan (Service Recovery Action).
Assistant Deputy of Communication and Legal PT Angkasa Pura Indonesia Cabang Bandara Soetta, Yudistiawan, memastikan seluruh calon penumpang tidak dibiarkan begitu saja. Pembagian makanan berat dan minuman ringan dilakukan secara simultan di seluruh terminal.
Pengelola juga menyiagakan bus khusus untuk memobilisasi penumpang dari terminal menuju hotel-hotel terdekat yang ditunjuk oleh maskapai. Pihak pengelola juga membuka loket penanganan khusus untuk pemrosesan refund atau penjadwalan ulang (reschedule) tanpa dikenakan denda.
Sementara itu, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa pihak Kemenhub telah menyiagakan tiga bandara alternatif untuk menampung pengalihan pendaratan (divert) bagi pesawat yang tengah mengudara saat kepungan abu terjadi, yakni Bandara Kertajati (Majalengka), Bandara Ahmad Yani (Semarang), dan Bandara Juanda (Surabaya).
“Kami selalu bekerja sama dan berkoordinasi dengan seluruh stakeholder—BMKG, PVMBG, AirNav, Angkasa Pura, hingga otoritas maskapai. Keputusan operasional bandara akan terus dievaluasi secara fleksibel mengikut perkembangan arah angin dan ketebalan abu vulkanik di lapangan,” ujar Menhub Dudy Purwagandhi.
Hingga berita ini diturunkan, seluruh pengguna jasa penerbangan diimbau untuk tidak bertolak ke bandara sebelum mendapatkan konfirmasi perubahan jadwal resmi dari masing-masing maskapai.


Tinggalkan Balasan