Sangatta News – Masyarakat Kutai Timur (Kutim) kini bisa bernapas lega. Meski baru saja melewati masa puncak konsumsi Hari Raya Idulfitri, kondisi inflasi di wilayah Kutim dipastikan tetap stabil dan berada dalam koridor yang aman.
Hal tersebut ditegaskan Bupati Ardiansyah Sulaiman usai mengikuti rapat koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama Menteri Dalam Negeri secara virtual, Selasa (12/5/2026).
Berdasarkan data nasional yang dipaparkan dalam rapat tersebut, perkembangan inflasi di Kalimantan Timur, khususnya Kutai Timur, tidak menunjukkan lonjakan yang mengkhawatirkan. “Untuk Kaltim maupun Kutai Timur tadi datanya tidak terlalu tinggi, jadi masih aman. Secara umum kondisi kita masih terkendali dibandingkan beberapa daerah lain yang mengalami fluktuasi tajam,” ujar Ardiansyah dengan nada optimis.
Stabilitas ini bukan tanpa upaya. Bupati menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim terus bergerak di lapangan melalui berbagai langkah strategis. Salah satu yang paling dirasakan manfaatnya oleh warga adalah program Pasar Murah.
“Masyarakat sangat antusias karena harga kebutuhan pokok yang kita jual jauh lebih terjangkau dibandingkan harga pasar. Program ini akan terus kita jalankan secara rutin untuk memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga,” imbuhnya.
Selain intervensi harga lewat pasar murah, Pemkab Kutim juga memperkuat “benteng” pangan dengan melakukan koordinasi ketat bersama Bank Indonesia dan instansi terkait. Fokus utamanya adalah memastikan rantai pasok pangan ke Kutai Timur tidak terganggu.
Bupati menegaskan bahwa kebijakan pengendalian inflasi ini akan menjadi agenda berkelanjutan. “Insya Allah, koordinasi dan aksi lapangan akan terus kita lakukan secara rutin. Target kita jelas: ekonomi daerah stabil dan beban hidup masyarakat tidak semakin berat,” tutur orang nomor satu di Kutim tersebut.


Tinggalkan Balasan