Sangatta News – Perjalanan panjang 128 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemkab Kutai Timur (Kutim) mencapai puncaknya. Bupati Ardiansyah Sulaiman secara resmi menutup Pelatihan Dasar (Latsar) Angkatan 116, 117, dan 118 tahun 2026 di Ruang Meranti, Sekretariat Daerah, Rabu (13/5/2026).

Penutupan yang berlangsung khidmat ini menandai transformasi para peserta dari “calon” menjadi bagian penuh dari Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memikul sumpah sakral kepada bangsa.

Dalam arahannya, Bupati Ardiansyah mengingatkan bahwa status PNS bukan sekadar jabatan, melainkan komitmen sebagai abdi negara dan abdi masyarakat. Ia menegaskan agar para ASN baru ini benar-benar dedikatif dalam membangun bangsa.

“Saudara-saudara kini resmi menjadi abdi negara. Fokuslah membangun bangsa tanpa memikirkan apa pun selain dedikasi. Jangan mencederai proses yang sudah dilalui dengan tindakan yang merugikan diri sendiri atau instansi,” tegas Ardiansyah.

Bupati juga menitipkan pesan keras agar para pegawai menjaga citra Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) dan menjadi teladan di tengah masyarakat. “Jaga marwah korps dengan baik. Jangan sampai ada tindakan yang melanggar norma dan merusak kepercayaan publik terhadap pemerintah,” tambahnya.

Senada dengan Bupati, Kepala BPSDM Provinsi Kaltim, Nina Dewi, menjelaskan bahwa Latsar yang digelar sejak 9 Februari hingga 13 Mei 2026 ini adalah instrumen vital dalam membentuk Core Value ASN.

“Ini bukan sekadar formalitas administratif. Ini adalah pondasi awal untuk membangun karakter, integritas, dan kompetensi. Kita ingin ASN yang tidak hanya cakap secara teknis, tapi juga memiliki mental melayani,” ujar Nina. Ia berharap generasi baru birokrat ini mampu membawa inovasi segar bagi kemajuan Kutai Timur.

Kepala BKPSDM Kutim, Misliansyah, merincikan bahwa 128 peserta ini telah melewati berbagai tahapan berat sebelum akhirnya dinyatakan lulus. Metode pendidikan dilakukan secara blended learning, meliputi pembelajaran mandiri dengan penguasaan materi secara personal. Ada juga praktik langsung di unit kerja masing-masing selama 30 hingga 40 hari serta tatap muka untuk penguatan mental, jalur profesi, dan sosial kultural.

Acara penutupan ini turut dihadiri oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Ekobang) Noviari Noor, jajaran Kepala Perangkat Daerah, serta sejumlah tamu undangan lainnya.