Sangatta News – Pemerintah Kecamatan Sangatta Utara menempatkan program “Kampung Beragam” sebagai instrumen penting untuk memastikan penggunaan anggaran Rukun Tetangga (RT) yang tahun ini mencapai sekitar Rp250 juta per RT, dapat tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Tidak hanya menjadi kompetisi kebersihan, program ini kini diposisikan sebagai mekanisme pembinaan dan pengawasan pembangunan lingkungan di tingkat RT. Camat Sangatta Utara, Hasdiah Dohi, menegaskan bahwa kewajiban seluruh RT untuk mengikuti program ini bukan sekadar aturan baru, melainkan upaya agar anggaran yang cukup besar tersebut berkontribusi nyata pada perbaikan kualitas lingkungan dan perilaku hidup warga.
“Selama setahun kami sudah melakukan pembinaan. Di akhir tahun akan ada penilaian,” kata Hasdiah. Ia menyebut, pembinaan ini menjadi ruang bagi kecamatan untuk menilai sejauh mana RT menjalankan tanggung jawab pengelolaan lingkungan menggunakan dana yang dimiliki.
Tahun lalu, partisipasi mencapai 98 RT. Dengan adanya kebijakan wajib ikut, jumlah tersebut dipastikan meningkat. Program ini, menurut Hasdiah, bukan hanya soal menang lomba, tetapi mengintegrasikan edukasi lingkungan, pengelolaan sampah, hingga pembiasaan perilaku baru di masyarakat.
Penilaian dilakukan pada tiga aspek utama: pengelolaan sampah, kreativitas penataan lingkungan, dan kemampuan warga mengolah bahan bekas menjadi kompos atau kerajinan. Standar penilaian tersebut dianggap relevan dengan kebutuhan mengurangi beban Tempat Pembuangan Sementara (TPS) dan menguatkan pengelolaan sampah berbasis rumah tangga. “Kami ingin warga terbiasa memilah sampah. Ini bukan hanya lomba, tetapi tentang kebiasaan baru yang lebih bertanggung jawab,” ujarnya.
Dengan makin meningkatnya dukungan anggaran di tingkat RT, Kecamatan Sangatta Utara memastikan program Kampung Beragam bukan hanya ajang tahunan, tetapi sarana berkelanjutan untuk membangun budaya bersih sekaligus mengawal penggunaan dana publik agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. (Adv)


Tinggalkan Balasan