Sangatta News – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memperkuat pelaksanaan program Cek Kesehatan Keluarga (CKG) sebagai langkah strategis untuk menekan peningkatan kasus diabetes melitus di wilayah tersebut. Program ini digencarkan untuk memastikan faktor risiko dapat dikenali lebih cepat, sehingga penanganan medis dapat dilakukan sebelum kondisi pasien memburuk.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Kutim, Sumarno, mengungkapkan bahwa tren kasus diabetes semakin mengkhawatirkan karena tidak lagi didominasi kelompok usia lanjut. Kini, penderita juga banyak ditemukan pada kelompok usia produktif, bahkan mereka yang masih berusia 20-an tahun. “Anak muda sekarang banyak yang kena kencing manis. Ini akibat gaya hidup tidak sehat dan kurang gerak,” ujar Sumarno.

Pola makan tinggi gula dan karbohidrat sederhana menjadi pemicu terbesar. Banyak anak muda yang terbiasa mengonsumsi minuman manis, makanan cepat saji, serta jarang berolahraga. “Anak muda sekarang lebih sering duduk di depan cafe, jarang bergerak, dan suka makanan instan. Itu yang menyebabkan metabolisme tubuh terganggu,” terang Sumarno

Ia menjelaskan bahwa konsumsi makanan tinggi gula dan lemak menjadi pemicu utama meningkatnya kasus tersebut. Perubahan pola konsumsi masyarakat yang cenderung berlebihan turut memperburuk situasi. “Konsumsi makanan sekarang serba manis. Padahal gula kalau berlebihan jelas berbahaya,” jelasnya.

Melalui program CKG, tenaga kesehatan dapat lebih cepat mendeteksi adanya gejala awal atau faktor risiko yang mengarah pada diabetes. Masyarakat yang teridentifikasi memiliki potensi tinggi akan segera mendapatkan tindak lanjut medis di fasilitas pelayanan kesehatan terdekat. “CKG itu fungsinya agar kita bisa bertindak cepat. Semakin awal terdeteksi, semakin baik hasil penanganannya,” terangnya.

Sumarno menegaskan bahwa pendekatan pencegahan jauh lebih efektif dibandingkan pengobatan jangka panjang. Karena itu, ia mengajak masyarakat Kutim untuk membangun kesadaran menjaga pola hidup sehat.

“Mulailah disiplin, kurangi konsumsi gula, perbanyak aktivitas fisik, dan lakukan pemeriksaan rutin. Itu langkah sederhana untuk mencegah penyakit tidak menular seperti diabetes,” jelasnya. (Adv)