Sangatta News — Gelombang euforia turnamen sepak bola terbesar di jagat raya, Piala Dunia FIFA 2026 juga melanda Kutai Timur (Kutim). Antisipasi lonjakan kerumunan massa di berbagai titik nonton bareng (nobar)—mulai dari kafe, warung kopi, hingga pelosok permukiman—membuat jajaran Kepolisian Resor (Polres) Kutai Timur bergerak cepat merilis maklumat ketertiban umum.

Kapolres Kutai Timur, AKBP Fauzan Arianto, menegaskan bahwa kepolisian sangat mendukung aktivitas nobar sebagai sarana positif mempererat silaturahmi antarwarga. Namun, mengingat mayoritas jadwal pertandingan krusial berlangsung pada waktu malam hingga dini hari, Polres Kutim mewanti-wanti agar euforia tersebut tidak mengorbankan kenyamanan publik.

“Kami mengajak seluruh masyarakat Kutai Timur untuk menikmati kemeriahan Piala Dunia 2026 dengan cara yang tertib dan bertanggung jawab. Nobar boleh meriah, tetapi jangan sampai mengganggu ketertiban umum maupun kenyamanan masyarakat lainnya,” ujar AKBP Fauzan Arianto.

Untuk memastikan situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) tetap kondusif, Kapolres Kutim menekankan beberapa poin aturan main yang wajib dipatuhi penyelenggara nobar. Masyarakat dilarang keras menggunakan sound system atau pengeras suara secara berlebihan pada malam hingga dini hari yang dapat mengganggu waktu istirahat warga sekitar. Pelaksanaan nobar di ruang terbuka juga wajib memperhatikan norma sosial setempat dan aturan zonasi lingkungan permukiman.

Menerjemahkan instruksi langsung dari Mapolres, Kepolisian Sektor (Polsek) Muara Wahau langsung tancap gas menginisiasi kegiatan Nobar Piala Dunia 2026 yang aman dan kondusif di wilayah hukumnya.

Bukan dengan patroli represif, Polsek Muara Wahau justru memilih pendekatan humanis. Di bawah komando Kapolsek Muara Wahau, Iptu Supriyadi, S.H., para personel kepolisian sengaja berbaur langsung tanpa sekat bersama warga di lokasi acara guna mendinginkan suasana (cooling system).

Di lokasi nobar, terbentang spanduk imbauan tegas dari Kapolres Kutim dan Kapolsek Muara Wahau yang mengingatkan para pencinta bola agar tidak kebablasan. Pihak kepolisian menekankan tiga poin larangan keras selama Piala Dunia berlangsung yakni menolak segala bentuk taruhan atau judi bola dalam skala apa pun.

Selain itu masyarakat juga diminta menjaga lisan dan tindakan agar tidak menyebarkan provokasi atau saling ejek antarpendukung tim kesayangan yang dapat memicu konflik fisik. Warga juga diharapkan menjadi pilar mandiri dalam menjaga stabilitas keamanan di lingkungan masing-masing. “Euforia Piala Dunia boleh meriah, namun kamtibmas tetap harus terjaga,” bunyi pesan imbauan resmi yang tertulis pada banner Polsek Muara Wahau.

Melalui perpaduan antara ketegasan regulasi Polres Kutim dan kehangatan pendekatan lapangan Polsek Muara Wahau, jalannya pesta bola dunia di wilayah Kecamatan Muara Wahau terpantau berjalan sangat aman, tertib, dan penuh keakraban antarwarga.