Sangatta News — Prestasi membanggakan berskala nasional berhasil ditorehkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kudungga. Rumah sakit yang berlokasi di Jalan Soekarno-Hatta, Sangatta ini resmi ditunjuk oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI sebagai salah satu pusat rujukan penanganan tindakan diagnostik inovatif intervensi non-bedah bagi pasien jantung di Kalimantan Timur (Kaltim).

Kepastian ini dikunci lewat penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Multipartit Pengampuan Jejaring Wilayah Provinsi Kaltim yang melibatkan 13 Direktur Rumah Sakit se-Kaltim dengan Kemenkes RI. Prosesi bersejarah ini disaksikan langsung oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, pada Jumat (19/06/2026).

Dengan peresmian ini, RSUD Kudungga resmi masuk ke dalam kelompok elite 39 Rumah Sakit di seluruh Indonesia yang dipercaya memegang program transformasi kesehatan rujukan tersebut.

Bupati Ardiansyah Sulaiman menyaksikan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Multipartit Pengampuan Jejaring Wilayah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) oleh 13 Direktur Rumah Sakit di Kalimantan Timur dengan Kementrian Kesehatan.

Hadirnya layanan baru ini merujuk pada kebijakan strategis Kemenkes dalam penguatan jejaring pelayanan jantung dan pembuluh darah. Melalui program ini, RSUD Kudungga didukung penuh untuk menyediakan layanan kardiovaskular komprehensif.

Dampak positif layanan baru RSUD Kudungga bagi masyarakat di antaranya, pasien jantung kini bisa mendapatkan tindakan Percutaneous Coronary Intervention (PCI) atau pemasangan ring jantung tanpa harus melalui operasi dada terbuka. Warga Kutim dan sekitarnya juga tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh atau dirujuk ke luar daerah (seperti Samarinda, Balikpapan, atau Jawa) hanya untuk berobat jantung.

Lebih jauh lagi, layanan ini membantu mempercepat waktu penanganan (golden period) pasien serangan jantung guna menekan angka kematian akibat penyakit kardiovaskular di daerah.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyampaikan apresiasi tertingginya kepada Kemenkes RI dan Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim atas kepercayaan besar yang ditaruh di pundak RSUD Kudungga. Sembari mengawal jalannya penandatanganan bersama jajaran Forkopimda, Dr. dr. H. Jaya Mualimin (Kadinkes Kaltim), dan Dr. Yuwana Sri Kurniawati (Kadinkes Kutim), Bupati menegaskan pentingnya transfer pengetahuan dari program ini.

“Program pengampuan ini adalah solusi tepat untuk memperkuat kapasitas rumah sakit daerah melalui transfer pengetahuan dan pendampingan SDM. RSUD Kudungga kini tidak hanya menjadi fasilitas layanan, tetapi juga pusat pengembangan kompetensi dokter dan tenaga medis lokal,” ujar Bupati Ardiansyah.

Kesiapan RSUD Kudungga untuk mengeksekusi program nasional ini juga mendapatkan jaminan kualitas dari pusat. Direktur Utama RS Jantung dan Pembuluh Darah (RSJPD) Harapan Kita Jakarta, Dr. Erwin, menyatakan bahwa bantuan fasilitas peralatan invasif modern dari Kementerian telah mendarat dan siap dioperasikan penuh di Sangatta.

“Keterlibatan RSUD Kudungga adalah langkah strategis agar layanan jantung lebih mudah dijangkau masyarakat. Jadi, kalau masyarakat ingin berobat tentang pelayanan jantung, ya cukup ke RSUD Kudungga saja,” tegas Dr. Erwin optimis.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama RSUD Kudungga, dr. Muhammad Yusuf, memastikan jajarannya berkomitmen penuh menjaga mutu pelayanan medis agar terus optimal, cepat, dan bermutu tinggi semenjak rumah sakit ini pertama kali diresmikan pada 2015 lalu.