Sangatta News — Deru kayuhan sepeda dan riuh langkah kaki memecah keheningan kawasan pusat perkantoran Bukit Pelangi Sangatta. Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, bersama ratusan warga dan personel kepolisian tumpah ruah memeriahkan gelaran Fun Bike dan Jalan Santai dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 yang diinisiasi Polres Kutim, Jumat (26/6/2026).
Tak sekadar hadir membuka acara, Wabup Mahyunadi yang didampingi langsung oleh Kapolres Kutim, AKBP Fauzan Arianto, menunjukkan staminanya dengan ikut mengayuh sepeda melintasi rute khas Bukit Pelangi yang terkenal menantang—mulai dari jalur datar hingga tanjakan curam yang menguras fisik sekaligus memacu adrenalin.
Momen ini dimanfaatkan orang nomor dua di Kutim tersebut untuk menyuarakan pentingnya investasi kesehatan melalui olahraga di tengah padatnya rutinitas kerja harian.
“Ini menjadi bagian dari cara kita mengampanyekan gaya hidup sehat di tengah padatnya kegiatan. Berolahraga secara rutin adalah kunci menjaga kebugaran, dan bonusnya, kegiatan seperti Fun Bike ini menjadi wadah interaksi sosial yang sangat hangat dengan masyarakat,” ungkap Mahyunadi di sela-sela acara.
Bagi Pemkab Kutim, esensi dari peringatan sewindu kiprah Korps Bhayangkara ini bukan sekadar seremonial di atas panggung. Keringat yang mengucur bersama di sepanjang jalur gowes menjadi simbol runtuhnya sekat birokrasi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan rakyat sipil.
“Kebersamaan transparan seperti inilah yang harus terus kita pelihara di Kutai Timur. Kami memberikan apresiasi tinggi kepada Polres Kutim yang sukses mengemas hari jadi ini dengan kegiatan yang menyentuh akar rumput,” tambah Mahyunadi.
Senada, Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto menegaskan bahwa kebersamaan di jalur olahraga ini merupakan modal sosial yang sangat mahal untuk membangun stabilitas keamanan di wilayah Kutim.
“Kami berharap semangat positif ini terus terjaga. Ke depan, sinergi ini akan terus kita ikat lewat kegiatan serupa dengan skala yang jauh lebih besar dan melibatkan lebih banyak massa,” ujar AKBP Fauzan.
Setelah puas membakar kalori lewat Fun Bike dan jalan santai, kemeriahan HUT Bhayangkara ke-80 langsung bergeser ke area pesta rakyat yang kental dengan nuansa kearifan lokal.
Suasana semakin pecah dan meriah saat ratusan penonton bersorak menyaksikan berbagai perlombaan tradisional yang digelar di area luar ruangan. Mulai dari keahlian membidik dalam lomba menyumpit khas Kalimantan, hingga aksi saling injak dan kerja sama tim yang mengundang gelak tawa dalam lomba panjat pinang.
Perpaduan antara kampanye kesehatan, penguatan sinergi instansi, dan pelestarian budaya lokal ini sukses membuat peringatan Hari Bhayangkara tahun ini terasa lebih hidup, membumi, dan berkesan bagi masyarakat Kutai Timur.


Tinggalkan Balasan