Sangatta News – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menekankan pentingnya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang tangguh dan adaptif. Bertempat di Ruang Meranti Kantor Bupati, Bukit Pelangi, Sabtu (8/8/2026), Wakil Bupati Kutai Timur Mahyunadi secara resmi membuka kegiatan Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) dan Layanan Pendukung Keterampilan Belajar Jarak Jauh (LPKBJJ) yang diikuti sebanyak 480 mahasiswa baru Universitas Terbuka (UT) se-Kutai Timur.

Pembukaan acara ditandai secara simbolis melalui penyematan jas almamater oleh Wabup Mahyunadi kepada perwakilan mahasiswa, dengan didampingi Perwakilan Direktur UT Kaltim, Rahmatiyah.

Dalam arahannya, Wabup Mahyunadi mengingatkan para mahasiswa bahwa keputusan menempuh pendidikan tinggi adalah investasi strategis masa depan. Pendidikan tidak boleh dipandang sebatas perburuan gelar akademik di atas kertas, melainkan proses pembentukan mental, intelektual, dan etos kerja.

Sistem Distance Learning (pembelajaran jarak jauh) yang diterapkan UT dinilai memiliki tantangan tersendiri dibanding perguruan tinggi konvensional. Tanpa tatap muka rutin, mahasiswa dituntut memiliki kontrol diri yang ekstra ketat.

“Di UT, kedisiplinan tidak banyak ditentukan oleh pengawasan orang lain, melainkan oleh diri sendiri. Jangan memandang fleksibilitas sistem sebagai bentuk kelonggaran. Gelar adalah hasil akhir, tetapi proses perjuangan dan kedisiplinan selama menempuh pendidikan itulah yang membentuk karakter sejati seorang sarjana,” tegas Mahyunadi.

Mahyunadi juga menambahkan bahwa kemampuan membagi waktu antara kuliah, pekerjaan, keluarga, dan aktivitas sosial justru menjadi kawah candradimuka yang mematangkan mental mahasiswa sebelum terjun penuh ke dunia profesional.

Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, lanjutnya, juga menunjukkan komitmen dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program beasiswa bagi mahasiswa asal Kutai Timur yang memenuhi persyaratan. Wabub Mahyunadi menjelaskan, mahasiswa UT juga dapat mengakses program beasiswa pemerintah daerah setelah memenuhi ketentuan yang berlaku. Mahasiswa baru perlu terlebih dahulu terdaftar dan berstatus sebagai mahasiswa sebelum mengikuti proses pendaftaran beasiswa.

“Manfaatkan dukungan pemerintah ini (beasiswa) untuk meningkatkan kapasitas diri kalian dengan berbagai keahlian yang bisa kalian peroleh melalui program pendidikan yang di hadirkan,”pesan Wabup Mahyunadi.

Sementara itu, Perwakilan Direktur Universitas Terbuka Kalimantan Timur, Rahmatiyah, menyampaikan bahwa sistem pembelajaran UT memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan dengan perguruan tinggi pada umumnya. Menurutnya, pembelajaran di UT dirancang untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat memperoleh pendidikan tinggi melalui sistem pembelajaran jarak jauh.

“Karena itu, mahasiswa dituntut memiliki kemampuan belajar secara mandiri, mengatur waktu, serta memanfaatkan berbagai layanan pendukung akademik yang disediakan UT,” ujarnya.

Rahmatiyah menyebut Kabupaten Kutai Timur merupakan salah satu daerah dengan jumlah mahasiswa UT yang cukup besar. Kondisi tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat Kutai Timur untuk melanjutkan pendidikan tinggi .