Sangatta News — Keberadaan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memiliki peran krusial dalam mendongkrak kesejahteraan warga, memperkuat solidaritas sosial, serta membangun kemandirian ekonomi umat. Namun, sangat disayangkan, besarnya alokasi dana umat yang telah disiapkan ternyata belum mampu terserap secara maksimal di lapangan.
Kondisi tersebut memicu atensi serius dari Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman. Di sela-sela agenda “Lebaran Yatim dan Pendayagunaan Baznas Kutim” yang digelar di Pendopo Rumah Jabatan Bupati pada Selasa (30/6/2026), orang nomor satu di Kutim ini meminta seluruh jajarannya untuk bergerak aktif menjemput bola.
Bupati Ardiansyah mengungkapkan, salah satu kendala utama belum optimalnya penyaluran dana Baznas adalah masalah klasik, yaitu tersumbatnya arus informasi. Banyak lapisan masyarakat yang membutuhkan justru sama sekali tidak mengetahui adanya program bantuan ini, termasuk mekanisme cara mengaksesnya.
Saat ini, Baznas Kutim yang bermarkas di Kompleks Masjid Al Faruq, Kawasan Pemerintahan Bukit Pelangi, Sangatta, tengah gencar memfokuskan peningkatan kualitas SDM lokal lewat dua program beasiswa utama, yakni Beasiswa Anak Yatim dan Beasiswa Strata Satu (S1).
Guna memecahkan kebuntuan informasi tersebut, Bupati mengeluarkan instruksi tegas kepada jajaran birokrasinya: “Karena dari seluruh alokasi yang sudah disiapkan oleh Baznas belum dimanfaatkan secara optimal, maka saya minta kepada seluruh Kepala Perangkat Daerah, Camat, Kepala Desa, termasuk Kepala Sekolah untuk segera melaporkan kepada Baznas, terutama data anak yatim dan lansia,” perintah Bupati Ardiansyah.
Di sisi lain, bupati yang sempat menyabet penghargaan BAZNAS AWARD 2025 sebagai Kepala Daerah Pendukung Digitalisasi Zakat ini juga meminta masyarakat luas untuk ikut mengawal transparansi kinerja lembaga zakat ini melalui situs web resmi Baznas Kutim.
Ketua Baznas Kutim, Masnif Sofwan, menyatakan bahwa seluruh program pendayagunaan ini berjalan selaras di bawah tema “Menebar maslahat menguatkan umat Zakat Produktif UMKM Kreatif” demi mendukung penuh agenda pengentasan kemiskinan ekstrem oleh Pemkab Kutim.
Bekerja sama dengan Dinas Sosial, Baznas Kutim menggelontorkan dana bantuan produktif dengan rincian operasional:
- Bantuan Ekonomi Produktif (Kategori Miskin Desil 3-4): Disalurkan kepada 173 mustahik dengan total nilai bantuan mencapai Rp835 juta.
- Pengentasan Kemiskinan Ekstrem: Diberikan kepada 26 mustahik dalam bentuk jaminan bantuan rutin bulanan sebesar Rp500 ribu, dengan akumulasi total anggaran Rp117 juta.
- Rehabilitasi Rumah Tinggal Layak Huni (RLH): Menyasar 2 penerima manfaat di wilayah Kecamatan Bengalon dan Sangatta Utara dengan total kucuran dana Rp80 juta.
- Alat Produksi UMKM Skala Mikro: Diserahkan langsung kepada 180 pelaku usaha ekonomi produktif yang tersebar di wilayah Sangatta Utara dan Sangatta Selatan.
Melalui sinergi data yang lebih rapi dari tingkat desa hingga sekolah, optimalisasi pemanfaatan dana zakat produktif ini diharapkan dapat menjadi daya dorong utama dalam menghapus rantai kemiskinan di Kutai Timur.


Tinggalkan Balasan