Sangatta News — Isu kerusakan lingkungan bukan lagi sekadar dongeng pengantar tidur, melainkan ancaman nyata yang sedang mengepung kehidupan sehari-hari. Menyadari hal itu, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengambil langkah taktis melalui peluncuran Gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang dipusatkan di halaman Kantor BPD Desa Sangkima, Kecamatan Sangatta Selatan, Jumat (26/6/2026).

Dipimpin langsung Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, gerakan yang diinisiasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) ini tidak hanya diisi dengan seremonial belaka. Bupati bersama ratusan warga, jajaran Forkopimda, Anggota Komisi D DPRD Kutim H. Ardiansyah, hingga Ketua TP PKK Kutim Ny. Siti Robiah, langsung turun ke lapangan memegang sapu untuk aksi bersih-bersih dan menanam pohon.

Aksi nyata dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 ini mengusung tema yang sangat membumi dan langsung menyasar hulu masalah: “Saatnya bekerja, Mari pilah sampah dari rumah.”

Saat memimpin apel bersama, Bupati Ardiansyah membacakan pesan mendalam dari Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq. Dalam pidato tersebut, terselip peringatan keras bahwa tumpukan sampah yang terlihat sehari-hari sebenarnya hanyalah manifestasi kecil dari kerusakan lingkungan yang jauh lebih masif.

“Pencemaran udara akibat emisi, rusaknya ekosistem sungai dan danau, hingga wilayah pesisir yang sekarat akibat mikroplastik dan limbah industri adalah bukti nyata. Dampaknya tidak lagi sebatas ekologis, tapi sudah merembet ke ranah ekonomi dan kesehatan masyarakat,” tegas Bupati menyampaikan pesan Menteri.

Lebih lanjut, Bupati menekankan bahwa momentum Hari Lingkungan Hidup tahun ini harus dijadikan sebagai ajang kontemplasi besar bagi seluruh masyarakat Kutai Timur untuk melakukan “Tobat Ekologis”—sebuah kesadaran penuh untuk memperbaiki hubungan manusia yang selama ini rusak dengan alam.

Agar Gerakan ASRI tidak menguap begitu saja setelah seremoni usai, Bupati Ardiansyah langsung menantang warga dan jajarannya untuk menerapkan langkah radikal di lingkungan masing-masing. Ia meminta setiap rumah tangga dan pengelola kawasan publik untuk mulai memilah sampah organik dan anorganik sejak dari dapur rumah.

Selain itu, Bupati juga menyatakan perang terhadap plastik dan memangkas habis penggunaan kantong plastik dan barang sekali pakai dalam aktivitas ekonomi harian. Masyarakat juga didorong untuk memanfaatkan sampah menjadi barang bernilai ekonomis baru, salah satunya dengan mengaktifkan jaringan Bank Sampah di tingkat desa.

Di lokasi yang sama, Kepala DLH Kutim, Aji Wijaya Efendi, menambahkan bahwa Gerakan ASRI ini didesain sebagai pemantik komitmen jangka panjang. Menurutnya, pemerintah tidak akan bisa berjalan sendiri tanpa adanya keterlibatan aktif dan konsisten dari seluruh elemen masyarakat.

Melalui gotong royong yang digelorakan di Desa Sangkima ini, Pemkab Kutim berharap budaya hidup bersih bisa kembali mengakar demi menyelamatkan bentang alam Kutai Timur untuk generasi masa depan.