Sangatta News — Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim), Mahyunadi, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyulap lahan-lahan tidak produktif di wilayahnya menjadi ladang pangan bernilai ekonomi tinggi. Komitmen ini ditegaskannya saat menghadiri aksi penanaman pohon dalam “Gerakan Langit Biru Indonesia Asri” di kawasan Polder Ilham Maulana, Jalan Dayung, Sangatta, Jumat (10/7/2026).
Aksi hijau yang diinisiasi oleh salah satu partai politik ini sengaja membidik kawasan Polder Ilham Maulana untuk direkayasa menjadi ruang terbuka hijau (RTH) yang asri, sekaligus destinasi rekreasi warga yang nyaman di tengah kota Sangatta.
Ada yang berbeda dengan aksi penghijauan kali ini. Pemkab Kutim tidak sekadar menanam pohon peneduh jalan, melainkan berfokus pada tanaman hortikultura produktif. Langkah ini diambil demi mengejar target ketahanan pangan sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem satwa urban.
Beberapa bibit komoditas bernilai tinggi yang langsung ditanam di lokasi meliputi durian, matoa, alpukat, dan petai. Juga komoditas pertanian seperti kakao (cokelat) dan tanaman aren yang bernilai ekonomi tinggi.
“Penghijauan adalah investasi jangka panjang untuk generasi mendatang. Semakin besar pohon yang kita tanam, semakin besar pula manfaat ekologisnya—mulai dari menjaga kualitas udara, memberikan keteduhan, hingga menjadi sumber pakan alami bagi satwa dan kehidupan manusia,” tegas Mahyunadi.
Suasana di lapangan sempat mencuri perhatian saat Wabup Mahyunadi mendadak membagikan tips teknis pertanian di hadapan para kader dan warga. Ternyata, orang nomor dua di Kutim ini memiliki latar belakang dan pengalaman langsung sebagai petani.
Beliau bercerita pernah sukses membudidayakan tanaman mangga dan durian secara mandiri. Berbekal pengalaman empiris itu, Mahyunadi mengedukasi warga mengenai pentingnya teknik budidaya yang benar, terutama pengaturan jarak tanam agar pohon buah bisa tumbuh rindang dan berbuah lebat secara optimal.
Lebih lanjut, ia mendorong dinas terkait dan kelompok tani lokal untuk tidak ragu melakukan studi banding ke daerah lain yang sudah sukses mengompakkan sektor pertaniannya. Pengalaman dari luar daerah dinilai sangat krusial untuk dijadikan referensi dalam mengoptimalkan potensi lahan tidur di Kutai Timur yang masih sangat luas.
Aksi penanaman pohon produktif dan pemanfaatan lahan kritis ini bukan sekadar gerakan seremonial biasa. Gerakan Langit Biru ini tercatat beririsan langsung dan memperkuat akselerasi 50 Program Unggulan Bupati dan Wakil Bupati Kutai Timur.
Program penghijauan ini mengunci empat target visi pembangunan daerah sekaligus yakni Pelestarian Lingkungan Hidup dengan menekan polusi udara dan emisi karbon, perluasan RTH dengan menyediakan ruang publik yang sehat bagi masyarakat Sangatta, ketahanan pangan lokal dengan menyediakan sumber pangan alternatif berbasis buah-buahan serta pemberdayaan ekonomi dengan mengurangi tekanan terhadap hutan lindung dan memaksimalkan pendapatan warga lewat optimalisasi lahan tidur.
Sebagai penutup aksi, Mahyunadi mengingatkan bahwa semua gerakan hijau ini akan sia-sia jika masyarakat masih abai terhadap kebersihan. Beliau berpesan agar warga menjaga RTH Polder Ilham Maulana dengan disiplin tidak membuang sampah sembarangan.


Tinggalkan Balasan