Sangatta News – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman secara resmi melepas kontingen Pramuka Penggalang yang akan berlaga di ajang Jambore Nasional (Jamnas) XII di Cibubur, Jakarta. Prosesi pelepasan ditandai dengan penyematan rompi kontingen secara simbolis di Halaman Kantor Sekretariat Daerah, Bukit Pelangi, Sangatta, Senin (10/8/2026).

Sebanyak 20 anggota kontingen—terdiri dari 16 peserta penggalang terbaik hasil seleksi ketat di enam Kwartir Ranting, didampingi dua pembina dan dua pimpinan kontingen cabang—siap mengibarkan panji Kutai Timur di tingkat nasional.

Dalam arahannya, Bupati Ardiansyah menekankan bahwa Gerakan Pramuka merupakan kawah candradimuka dalam membentuk karakter kepemimpinan, mentalitas pantang menyerah, serta wawasan kebangsaan generasi muda.

“Pramuka itu siap siaga setiap saat, apa pun halangan dan rintangan di jalan. Ini merupakan bagian terpenting dari pembangunan generasi penerus yang tangguh,” tegas Ardiansyah.

Selain menempa diri, Bupati menitipkan misi khusus kepada para peserta untuk bertindak sebagai ‘Duta Wisata dan Budaya’ Kutai Timur di kancah nasional. Para peserta diminta ikut mempromosikan daerah, mengenalkan kekayaan budaya, kehangatan masyarakat, serta potensi pariwisata Kutim kepada peserta dari seluruh Indonesia.

Peserta juga diharapkan melakukan transfer pengetahuan dengan menyerap ilmu kepemimpinan, keterampilan baru, dan edukasi keselamatan publik untuk diterapkan di lingkungan sekolah sekembalinya dari Cibubur.

Ketua Kwarcab Pramuka Kutim, Asti Mazar, menjelaskan bahwa kontingen Kutim telah menjalani persiapan intensif jelang agenda lima tahunan yang berlangsung pada 13–20 Agustus 2026 tersebut.

Untuk memikat perhatian di tingkat nasional, kontingen Kutim menyiapkan materi ajang unjuk kebolehan yang inovatif, salah satunya berupa tayangan video berbahasa Inggris yang membedah potensi daerah.

Asti optimistis, lewat persiapan matang berbasis kreativitas dan kekompakan, Duta Pramuka Kutim mampu memberikan penampilan terbaik sekaligus mempererat tali persaudaraan antar-anak bangsa di Bumi Perkemahan Cibubur.