Sangatta News – Suasana di kawasan Simpang Tiga Jalan Yos Sudarso 3 dan Jalan Pendidikan, Sangatta Utara, mendadak berubah menjadi lautan semangat kebangsaan pada Rabu (12/8/2026). Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, turun langsung ke jalan bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta Perangkat Daerah untuk membagikan 1.000 lembar bendera Merah Putih kepada para pengguna jalan.
Aksi yang menjadi bagian dari Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih tingkat nasional ini menyasar para pengendara roda dua, pengendara roda empat, hingga para siswa sekolah dasar setempat, termasuk pelajar SDN 004 Sangatta Utara.
Didampingi Ketua TP PKK Kutim, Ny. Siti Robiah Ardiansyah, Bupati Ardiansyah menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan ajakan konkret bagi warga untuk menghidupkan suasana kemerdekaan di tempat tinggal dan moda transportasi mereka.
“Jangan hanya di kendaraan saja. Saya minta juga setiap rumah warga harus terpasang bendera Merah Putih. Bagi yang belum memasang bendera, segera pasang. Yang belum punya, segera cari benderanya, dan yang belum ada tiangnya, cari tiangnya,” tegas Ardiansyah di sela-sela pembagian bendera.
Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Ketahanan Ekososbudag Kesbangpol Kutim, Hapiah, merincikan bahwa dari total 1.000 bendera yang disebar hari itu. Sebanyak 500 lembar bendera diperuntukkan bagi kendaraan (mobile unit) serta 500 lembar bendera disiapkan untuk dipasang di rumah-rumah warga.
Gerakan serupa juga telah diinstruksikan secara bertahap kepada para camat di seluruh wilayah Kutai Timur agar atmosfer peringatan HUT ke-81 RI dapat terdistribusi merata hingga ke pelosok desa.
Selain pembagian bendera di jalan raya, Pemkab Kutim menyiapkan rangkaian acara edukatif untuk menyuntikkan nilai-nilai nasionalisme kepada generasi muda. Pemerintah daerah menjadwalkan agenda Nonton Bareng (Nobar) Film Dokumenter Jenderal Sudirman berdurasi 37 menit yang akan dipusatkan di Gedung Serbaguna (GSG) Pusat Perkantoran Bukit Pelangi.
Kegiatan nobar ini dirancang khusus untuk melibatkan para pelajar tingkat SMP, SMA, SMK, serta sebagian peserta upacara kemerdekaan.
Bupati Ardiansyah berharap penayangan sosok pahlawan nasional tersebut dapat menjadi media pembelajaran yang membakar semangat para siswa dalam merefleksikan nilai-nilai gotong royong dan perjuangan para pendahulu bangsa.
“Saya harap dengan menonton film ini bisa memberikan inspirasi kepada anak-anak kita untuk lebih mencintai tanah air dengan cara terus belajar dan menghasilkan manfaat yang baik bagi dirinya sendiri, keluarga, dan masyarakat,” tambahnya.


Tinggalkan Balasan