Sangatta News – Perekonomian Kalimantan Timur hingga Triwulan II 2026 tetap tumbuh positif sebesar 3,35 persen secara tahunan (year-on-year). Pertumbuhan tersebut perlu terus diperkuat melalui investasi produktif yang mampu meningkatkan kapasitas produksi, produktivitas, sekaligus membuka sumber pertumbuhan ekonomi baru di daerah.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, Jajang Hermawan, mengatakan investasi memiliki peran strategis dalam mempercepat transformasi ekonomi Kaltim.
“Bagi Kalimantan Timur, investasi memegang peran strategis dalam mempercepat transformasi ekonomi, khususnya melalui pengembangan industri pengolahan dan kegiatan ekonomi bernilai tambah tinggi,” ujarnya pada High Level Meeting Regional Investor Relations Unit (RIRU) Provinsi Kalimantan Timur yang digelar di Aula Maratua BI Kaltim, Rabu (16/9/2026).
Menurutnya, investasi juga diperlukan untuk memperluas sumber pertumbuhan ekonomi agar tidak hanya bertumpu pada sektor tertentu, tetapi semakin beragam dan berkelanjutan.
Jajang menjelaskan, percepatan realisasi investasi membutuhkan dua penopang utama, yakni stabilitas makroekonomi dan kesiapan kelembagaan. Inflasi yang terkendali, daya beli masyarakat yang terjaga, serta prospek ekonomi yang positif menjadi faktor penting dalam memberikan kepastian bagi investor.
Di sisi lain, kondisi tersebut perlu didukung kesiapan proyek investasi yang matang. Hal itu mencakup kejelasan tata ruang dan status lahan, kelayakan usaha, kemudahan perizinan, hingga ketersediaan infrastruktur yang memadai.
“Dengan kesiapan tersebut, diharapkan tercipta proyek-proyek yang bersih dan jelas (clean and clear) serta siap ditawarkan (ready to offer) kepada calon investor,” katanya.
Dalam konteks tersebut, Regional Investor Relations Unit (RIRU) Kaltim memiliki peran penting sebagai wadah koordinasi dalam penyiapan dan promosi investasi daerah.
RIRU diharapkan mampu memperkuat kesiapan proyek, memperluas jejaring dengan investor, sekaligus mendampingi proses investasi hingga mencapai tahap realisasi.
Jajang mengatakan, pertemuan RIRU 2026 diharapkan semakin memperkuat sinergi antarinstansi, termasuk dalam menyelesaikan berbagai kendala yang masih dihadapi dalam proses investasi.
Pertemuan tersebut sekaligus menjadi bagian dari persiapan pelaksanaan Mahakam Investment Forum 2026 yang direncanakan berlangsung pada Oktober 2026.
Forum itu diharapkan dapat mempertemukan pemilik proyek dengan calon investor, baik dari dalam maupun luar negeri, serta mendorong agar minat investasi yang muncul dapat ditindaklanjuti menjadi realisasi konkret.
“Semoga RIRU 2026 menghasilkan kesepakatan dan langkah tindak lanjut yang konkret, guna meningkatkan kesiapan proyek, memperkuat kepercayaan investor, dan mempercepat realisasi investasi di Kalimantan Timur,” ujarnya.
Bank Indonesia, lanjut Jajang, akan terus mendukung kerja sama RIRU melalui penguatan koordinasi antar-pemangku kepentingan, penyediaan informasi ekonomi yang akurat dan terkini, serta pengembangan saluran proyek investasi atau investment pipeline yang berkualitas di Kalimantan Timur.


Tinggalkan Balasan